avatar


Sewaktu mendengar nama Avatar, yang terlintas di benak saya adalah film tentang Aang, si pengendali udara itu. Tapi, demi mendengar film ini dibuat oleh James Cameron, kok agak ragu ya? Masa iya James Cameron bikin film tentang Aang? Dengan dana yang begitu besar pula.

Kemudian di hari pertama rilisnya, film ini langsung mendapat pujian dari para penontonnya. Bahkan waktu nyari info di internet, dapat info kalau film ini dikasih 5 bintang sama kritikus. Wah, benar-benar membuat penasaran. Untungnya, film ini ternyata juga sudah ada di Banjarmasin. Jadi, kayaknya saya tidak punya alasan untuk tidak ikut berburu tiketnya 

Di tiga puluh menit pertama, saya sempat dibuat bingung akan dibawa kemana film ini. Openingnya memperlihatkan Jake, yang mantan marinir, yang ditugaskan menggantikan tugas kakaknya. Tugas apa? Kemana? Lalu berikutnya diperlihatkan Jake dan beberapa orang lainnya dikirim ke sebuah tempat bernama Pandora, yang untuk bernafas harus menggunakan masker oksigen. Well, itu berarti bukan di bumi. Trus di tempat itu ada banyak prajurit plus mesin-mesin canggih yang dikendalikan manusia. Semua gambaran ini sempat membuat saya berpikir kalau ini adalah film tentang perang. Lalu, apa hubungannya dengan Avatar? Huh, agak menyesal juga tidak mencari info yang lengkap sebelum menonton film ini.

Namun kebingungan saya berangsur-angsur lenyap begitu film memasuki 1 jam pertama. Cerita mulai mengalir. Ternyata Jake dikirim untuk menggantikan saudaranya untuk melakukan penelitian di planet Pandora yang dihuni oleh bangsa Navi’i. Melalui program yang disebut Avatar, atau mungkin bisa disebut ciptaan bernama Avatar, Jake bersama DR. Grace diharapkan dapat melakukan pendekatan kepada bangsa Navi’i dan melakukan negosiasi dengan mereka agar mau meninggalkan tempat tinggal mereka. Kenapa? Karena dalam “rumah” yang mereka tinggali sekarang terkandung kekayaan alam yang sangat besar dan sangat diperlukan oleh bumi.

Dengan latar belakang militernya, akhirnya Jake berhasil diterima di kelompok itu. Hari-harinya dihabiskan dengan mempelajari kebiasaan bangsa Navi’i, sampai akhirnya melalui sebuah upacara Jake benar-benar menjadi anggota dari mereka dan bahkan jatuh cinta pada Neytiri, putri kepala suku. Dari sinilah masalah mulai timbul. Apakah Jake akan tetap menjalankan tugasnya, sementara di sudah menjadi bagian dari bangsa Navi’i. Apakah dia akan membiarkan “rumah pohon” itu dihancurkan demi mendapatkan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya?

Dua setengah jam menonton film ini, saya dibuat benar takjub. Takjub pada keindahan yang ditawarkan. Takjub pada imajinasi yang diberikan. Dan tentunya takjub pada teknologi yang digunakan. James Cameron benar-benar sukses menciptakan sebuah dunia baru bernama Pandora. disana ada rumput-rumputnya menyala jika diinjak, ada juga putri malu yang akan langsung menguncup jika kita pegang, dan tentunya ada Ikran, yang akan membawa kita terbang kemanapun kita mau.

Lalu ke soal cerita, sebenarnya inti dari film ini sederhana, tokoh-tokohnya pun standar. Ada yang hitam, ada yang putih, ada juga yang abu-abu. Konflik yang diberikan pun sudah bisa kita tebak. Tapi tetap saja, James Cameron berhasil meramunya menjadi sebuah film yang lebih dari standar dan tidak membosankan. Bahkan walaupun ada adegan perang, tetap saja kita akan terbawa emosi ketika melihat bagaimana rumah bangsa Navi’i dihancurkan oleh anak buah Kolonel Miles.

Intinya, hanya ada satu kata yang bisa saya ungkapkan setelah menonton film ini, MENAKJUBKAN.

Previous Post
Next Post
Leave a comment

12 Comments

  1. yeah, Truly miraculous movie.

    Reply
  2. iya….pengen nonton lagi….he.

    Reply
  3. walaupun belom nonton, aku tau nie film, menakjubkan ^^

    Reply
  4. Sayangnya, saya gak tertarik. Udah bc ulasan pnjang lbr ttg pembuatannya di Tabloid Nyata. Lagi pula tiketnya yg selangit $ HK 90, mending buat beli buku lbh seru hehe🙂

    Reply
  5. ivoniezahra said: Lagi pula tiketnya yg selangit $ HK 90, mending buat beli buku lbh seru hehe🙂

    berapa tuh kalo dirupiahkan von?

    Reply
  6. Kalikan aja dng 1217🙂

    Reply
  7. Wow nyampe 100rb buat nonton?gile aje.he

    Reply
  8. aku belum nonton

    Reply
  9. emang ivone tinggal dmana tung? pake dolar ya? Malay?

    Reply
  10. @ida: di hongkong da. Bnr ya von?hehe

    Reply
  11. oooh…mahal amat ya :p heebtw,dhongkong ada tabloid nyata???

    Reply
  12. oooh…mahal amat ya :p hee.dsini sgitu bs buat nntn rame2.btw,dhongkong ada tabloid nyata???

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: