5 CM


Bermula dari sebuah status dari seorang adik di FB, yang isinya adalah salah satu quote dari novel ini. serta informasi yang menyebutkan bahwa novel sudah dicetak berulang kali, maka akhirnya saya pun tertarik untuk menjadi salah salah satu pembacanya.

Saya pun mengunjungi rental buku langganan saya dan ternyata novel yang saya cari ini ada, namun sayangnya waktu itu masih dibaca oleh adik penjaga rental. Kali berikutnya saya ke rental itu lagi, ternyata novel ini sudah dipinjam orang. Dan akhirnya setelah bersabar beberapa minggu, saya pun mendapatkan novel ini di salah satu rak di rental langganan.

5 Cm. berkisah tentang persahabatan antara 4 orang pemuda dan seorang pemudi. Genta, Arial, Zafran, Ian dan Riani. Persahabatan yang terjalin sejak masa SMA ini sudah termasuk dalam taraf akut, dalam artian mereka berlima ini seolah tak terpisahkan dan sudah seperti saudara. Suatu hari, tercetuslah ide agar mereka berlima berpisah sementara selama 3 bulan. Menjalani kehidupan masing-masing tanpa saling berhubungan, untuk kemudian bertemu dan merayakan pertemuan mereka kembali di tanggal 14 agustus di tempat yang akan diberitahu Genta kemudian.

Awal-awal membaca isi dari novel ini, saya sudah dilanda ketidakyakinan kalau buku ini akan berhasil mengesankan saya seperti yang dikatakan orang-orang yang pernah membacanya. Namun untunglah setelah memasuki cerita tentang kehidupan pribadi kelima sahabat ini ketidakyakinan saya mulai luntur. Cerita tentang Zafran yang berusaha memikat hati Arinda, adik kembar Arial serta usaha mati-matian Ian untuk menyelesaikan skripsinya yang tertunda cukup membuat saya tertawa.

Namun ketika akhirnya mereka berlima bertemu lagi setelah 3 bulan terpisah, ketidaknyamanan itu datang lagi. Entah kenapa saya jadi merasa dialog-dialog yang muncul antara Genta Cs terlalu berat dan aneh. Persahabatan 5 anak manusia ini jadi terasa klise di mata saya. Dan sungguh saya merasa tidak nyaman membacanya. Untuk hal ini saya harus siap dapat protes dari pecinta novel 5 Cm kayaknya. Hehe. Untungnya hal ini tidak berlaku untuk penggambaran perjalanan mereka selama mendaki puncak Mahameru. Untuk hal ini saya harus jujur mengakui, buku ini sukses membuat saya ingin naik gunung.

Selain berkisah tentang persahabatan, 5 Cm juga menyelipkan pesan cinta tanah air di dalamnya. Hal ini terlihat jelas dalam dialog-dialog mereka sepanjang perjalanan menuju Mahameru. Tambahan lagi, dalam novel 5 Cm kita akan diajak bernostalgia ke masa-masa 90an, dimana kelima pemuda itu menghabiskan masa kecil dan remajanya. Sebagai penutup, ada satu bagian keren dari novel ini yang ingin saya kutip:

Begitu dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh disini. Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya.

Kamu taruh disini, jangan menempel dikening.

Biarkan
Dia
Menggantung
Mengambang
5 centimeter
Di depan kening kamu

Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri.

Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu cuma……

Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang lebih sering menghadap ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.

Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arusa dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya, percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu.

Previous Post
Leave a comment

16 Comments

  1. bisa pinjem gak.. keabisan bacaan ni😛

    Reply
  2. Saya aja dapat minjem.hehehe

    Reply
  3. hm…sehari ini sudah dua kali ghanti theme. tp yg ini lebih cocok dengan seorang ayana hehehe.eh ga ada hubungannya ya jawaban ku?

    Reply
  4. hmmm, kayaknya menarik juga ^^ thanks buar review ya ^^

    Reply
  5. tung, theme kam bagus ^^

    Reply
  6. @pak zaid n ida: yg dikomentari malah temanya.hahaha

    Reply
  7. ho oh kaget aku, tapi bagus ceraaaaah ^^ (tetap ngotot membahas tema, heee) insyaAllah minggu ke SMD, mun sempat meliati 5 cm, heee

    Reply
  8. Nonton daa..hehe.Ku mau nyari toto chan nah

    Reply
  9. wkwkwkwkwk, budget nontoonnya dah abis buat beli novel2 kemaren :-pmo nengoki sohib, lagi mabuk berat doi, hamil 3 bulanoh iya toto chan, aku jadi pengen, baca lagi ah…… :-p heee

    Reply
  10. masih novel pop dung, coba ke The road to the empire, lebih MANTAP:D

    Reply
  11. fauzianggi said: masih novel pop dung, coba ke The road to the empire, lebih MANTAP:D

    ketemu lagi ^^the road to empire nya masie dalam tahap pembacaan, masie chapter 3, heeeesemoga bisa diteruskan bacanya malam ini

    Reply
  12. @fauzianggi: dr dulu penasaran pengen bc the road itu.hehe.

    Reply
  13. gue baca cetakan pertamanya ini novel yang bikin gue pengen baca sekaligus bersenandung (banyak lirik lagu2 yang gue suka disana) dan salah satu novel yang sukses bikin gue menitikkan air mataBakalan bikin novel lagi ga ya si mas Dhonny?

    Reply
  14. @astrid: aku mlh bingung sm lirik2 lagunya mba.hehe..

    Reply
  15. — coret buku ini dari list must have — :Dsoalnya saya dari dulu penasaran sama buku ini, tapi membaca resensi di belakang bukunya masih gak sreg…tapi penasaran juga kenapa sampe cetak ulang beberapa kali…mungkin genrenya beda dengan genre fave saya yah… sama kayak mbak Aya

    Reply
  16. darnia said: — coret buku ini dari list must have — :Dsoalnya saya dari dulu penasaran sama buku ini, tapi membaca resensi di belakang bukunya masih gak sreg…tapi penasaran juga kenapa sampe cetak ulang beberapa kali…mungkin genrenya beda dengan genre fave saya yah… sama kayak mbak Aya

    yah kalo buat aku sih ini bukan novel favorit juga…tapi yang lain rata-rata bilang bagus kok…he

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: