Katastrofa Cinta


Minggu lalu, sepulang dari kantor saya menyempatkan diri ke Al Bayan toko buku langganan saya. Harapannya sih bisa dapat novel The Road to Empire yang kata orang-orang bagus banget. Ternyata, bukan hanya novel The Road to Empire yang saya dapat, melainkan sebuah buku bagus lagi yang dijual dengan harga sangat miring karena hari itu Al Bayan mengadakan diskon besar-besaran untuk beberapa puluh koleksi bukunya. Katastrofa Cinta, buku yang setelah saya cek di internet dijual seharga 30 ribu bisa saya dapatkan dengan hanya 12 ribu rupiah. Benar-benar miring pokoknya.

Bicara tentang judul buku, tentu kita juga akan membicarakan penulisnya. Dan Katastrofa Cinta dikarang oleh Afifah Afra Amatullah, salah seorang penulis FLP yang tak perlu diragukan lagi kepiawaiannya. Saya sendiri pertama kali mengenal Afifah Afra kenal lewat salah satu novel dari trilogi Bulan Mati di Javasche Orange: Peluru di Matamu. Dan ternyata novel Katastrofa Cinta bergenre sama dengan trilogi Bulan Mati di Javasche Orange, penggabungan fakta dan fiksi.

Katastrofa Cinta bercerita tentang 2 orang perempuan beda zaman, dengan kisah hidup yang berbeda.

Astuti, terlahir dari rahim ibu keturunan keraton, dan ayah keturunan arab, harus menjalani kehidupan yang berliku. Astuti yang begitu diharapkan dapat meneruskan darah biru keluarganya, nyatanya harus terlempar dari dunia indahnya, menjalani kehidupan pahit sebagai geisha, hingga menjadi pengikut partai terlarang.

Sedangkan Cempaka, yang terlahir sebagai keturunan Jawa –Cina –Minahasa, harus menanggung beban psikis sebagai korban dari peristiwa yang terjadi di tahun 1998. Toko keluarganya dijarah, kedua kakaknya menghilang, ayahnya masuk rumah sakit jiwa, ibunya bunuh diri, dan di sendiri harus mengalami perihnya diperkosa.

Kedua perempuan beda umur dan beda zaman ini pun dipertemukan dan ternyata pertemuan itu membuka rahasia selama ini yang menyelubungi kedua perempuan ini. Termasuk “tali” yang menghubungkan Astuti dan Cempaka.

Berlatar belakang zaman kemerdekaan, zaman revolusi, dan zaman reformasi, Afifah Afra sukses menghadirkan sebuah cerita yang rumit namun mudah dicerna. Penggambaran peristiwa-peristiwa penting yang ada selama 3 masa benar-benar nyata terasa.

Saya dibuat turut mebayangkan bagaimana Astuti harus menjalani kehidupan sebagai perempuan penjaja cinta, bagaimana Cempaka melarikan diri dari Rumah Sakit Jiwa, dan berbagai adegan yang seolah-olah tergambar nyata di depan mata saya.

Jikalau ada kekecewaan yang harus saya ungkapkan dari buku ini, itu tak lain adalah tidak adanya terjemahan untuk percakapan dalam bahasa Jawa yang ada di beberapa bagian buku ini🙂

Next Post
Leave a comment

30 Comments

  1. resensi yg lumayan bagus.mungkin sebaiknya kutorehkan 4 bintang kurang😀

    Reply
  2. zaidzydan said: resensi yg lumayan bagus.mungkin sebaiknya kutorehkan 4 bintang kurang😀

    bintang buat resensinya ya pak? makasih ^_^

    Reply
  3. weleh2 ono bhs jowo ne? tuing, piye toh??? mesti cari guide buat nerjemahin, hehehe

    Reply
  4. murci014 said: weleh2 ono bhs jowo ne? tuing, piye toh??? mesti cari guide buat nerjemahin, hehehe

    heeh…sebuting aja rasanya yang ada terjemahannya…apa jangan2 ku kada melihati footnote nya? hehe

    Reply
  5. cek dulu bu, repot jua setumat2 betakun mamak apa artinya, hehehe. :-pkaina hunting bu, blm k SMD lagi

    Reply
  6. Aku belum pernah liat buku ini di tko buku– diam diam memasukkan ke list buku baca kalo nemu di toko buku — :>

    Reply
  7. darnia said: Aku belum pernah liat buku ini di tko buku– diam diam memasukkan ke list buku baca kalo nemu di toko buku — :>

    iya..kalo di gramed agak susah nemunya..bukunya juga terbit tahun 2008

    Reply
  8. aku belum selese baca… ;p

    Reply
  9. He aku sekali bc lgsg tamat.cm 200 halaman plus bgs ceritanya.he

    Reply
  10. iya? kalo gitu aku baca dah

    Reply
  11. 200 hal sekali baca??? hmm…kl zy jg bisa tapi dua hari hehehehehe

    Reply
  12. zaidzydan said: 200 hal sekali baca??? hmm…kl zy jg bisa tapi dua hari hehehehehe

    saya kalo buku bagus emang cepat bacanya pak…hehe

    Reply
  13. buku ini memang keren ya🙂

    Reply
  14. fefabiola said: buku ini memang keren ya🙂

    yup…sudah baca juga mba?

    Reply
  15. Wah murah bgt! Coba d mgl ad buku murahmeriah bgt. . .Trakhr bc karya Afifah ‘de Winds’ itu settingnya jaman Belanda…

    Reply
  16. Wah murah bgt! Coba d mgl ad buku murahmeriah bgt. . .Trakhr bc karya Afifah ‘de Winds’ itu settingnya jaman Belanda…

    Reply
  17. boemisayekti said: Wah murah bgt! Coba d mgl ad buku murahmeriah bgt. . .Trakhr bc karya Afifah ‘de Winds’ itu settingnya jaman Belanda…

    d’winds bagus ga?

    Reply
  18. mknya sesekali mbok ke semarang jeng. bendino kok kemulan wae nang mglng hahahha

    Reply
  19. Afifah slalu piawai bercerita,settingnya khas,tp saya terganggu dg endingnya…cma mslh ending bwt sya pribadi.bc aja,asyik kok…bc novel it jd inget nvl Bumi Manusia krya Pramoedya…

    Reply
  20. Afifah slalu piawai bercerita,settingnya khas,tp saya terganggu dg endingnya…cma mslh ending bwt sya pribadi.bc aja,asyik kok…bc novel it jd inget nvl Bumi Manusia krya Pramoedya…

    Reply
  21. zaidzydan said: bendino kok kemulan wae nang mglng hahahha

    apa nih? ga ngerti… ;P

    Reply
  22. boemisayekti said: Afifah slalu piawai bercerita,settingnya khas,tp saya terganggu dg endingnya…cma mslh ending bwt sya pribadi.bc aja,asyik kok…bc novel it jd inget nvl Bumi Manusia krya Pramoedya…

    belum pernah baca karyanya Pramoedya…bagus banget ya?

    Reply
  23. @m’zy: pgn juga k smarang,sudah ad list k sna,tp blm tau kpn.emang di kasih ap kl k smg? He he

    Reply
  24. @m’zy: pgn juga k smarang,sudah ad list k sna,tp blm tau kpn.emang di kasih ap kl k smg? He he

    Reply
  25. Pramoedya TOP! Bacalah,kau akan ketagihan,he he he…

    Reply
  26. boemisayekti said: Pramoedya TOP! Bacalah,kau akan ketagihan,he he he…

    ntar deh dicoba….banyak banget bukunya di gramed…he

    Reply
  27. lah yang mau minta , inginnya apa coba?🙂

    Reply
  28. ngiklane rek

    Reply
  29. zaidzydan said: lah yang mau minta , inginnya apa coba?🙂

    pgn macem-macem…heheh

    Reply
  30. macem macem = banyak ragam. wah ga jd deh. wong jatahnya cuma 1 kok ingin banyak..bisa bangkrut zy:)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: