The Lost Symbol


Kurang lebih 2 minggu yang lalu saya berkunjung ke rantal buku langganan saya. Kondisi otak yang terlalu jenuh dengan pekerjaan dan lembur membuat saya memerlukan suatu penyegaran. Dan beruntunglah ketika saya mampir ke rental tersebut saya menemukan 2 buku bagus, Perfume dan The Lost Symbol. Dan untuk kesempatan kali ini, saya ingin bercerita sedikit kesan saya akan The Lost Symbol.

The Lost Symbol merupakan novel terbaru Dan Brown yang kembali menjadikan Robert Langdon sebagai pemeran utama. Jika di Da Vinci Code pembaca diajak menelusuri kota Paris untuk menemukan lokasi The Holy Grail, lalu di Malaikat dan Iblis kita diajak berjalan-jalan di Vatikan, maka dalam The Lost Symbol ini Robert Langdon ingin mengajak kita menelusuri gedung-gedung bersejarah di Washington DC.

Cerita dimulai dari undangan dari Peter Solomon, sahabat Robert, untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara yang diselenggarakannya. Peter pun dijemput dari Boston menuju Rotunda Capitol, tempat diselenggarakannya acara. Sesampai di sana, Peter mendapat kejutan. Ternyata tidak ada acara apapun di Rotunda. Yang ia temukan malah potongan tangan Peter Salomon yang sedang menunjuk ke atas, serta sebuah misteri yang harus ia pecahkan sebelum lewat tengah malam.

Cerita pun bergulir. Ketegangan, jebakan dan kejutan di sana sini sepertinya sudah menjadi alur wajib bagi Dan Brown. Dan akhirnya tepat di halaman 621 saya mendapat diri benar-benar terkejut. Terkejut karena dan Brown berhasil mengecoh saya dalam menebak akhir cerita. Dan terkejut karena sejak awal saya benar-benar tidak terpikirkan untuk menebak siapa sebenarnya Mal’akh, tokoh antagonis dalam buku ini. Sayangnya, kejutan di halaman 621 itu ternyata merupakan akhir dari ketegangan dari buku ini. Dan menurut saya, seharusnya cerita sudah berakhir di halaman 638. Namun rupanya karena teka-teki belum terpecahkan, maka Dan Brown menambah 67 halaman lagi untuk penyelesaian. Dan jujur saja, 67 halaman itu cukup membosankan untuk saya.

Terlepas dari 67 halaman yang membosankan itu. Novel ini tetaplah sebuah karya yang patut diacungi jempol. Dan informasi mengenai perkumpulan Mason dan simbol-simbolnya, yang ternyata sangat berpengaruh pada bangunan-bangunan bersejarah di Washington DC, sungguh merupakan informasi yang sangat berharga untuk dilewatkan.

Leave a comment

27 Comments

  1. belum baca bukunya. Da Vinci code belum jua. Filmnya aja. Hehe..

    Reply
  2. yant165 said: belum baca bukunya. Da Vinci code belum jua. Filmnya aja. Hehe..

    napa belum baca yan?

    Reply
  3. belum baca yang ini, Mbak Yana.kalo karya Dan Brown hanya baca DaVinci Code sama Angels and Demons. Yang kayak Deception Points juga belum…Dan Brown semacam menggunakan formula yang sama dalam buku-bukunya. Buat pembaca yang baru kenal karyanya, pasti exciting baca bukunya. Namun, begitu membaca judul yang lain, pembaca kebanyakan jenuh. Itu yang terjadi pada gw dan kebanyakan temen gw, Mbak :Dsemoga Mbak Yana enggak…

    Reply
  4. kada tahu ka. Ulun kada suka yang terjemahan. suka tulisan yang lokal2 aja. Harpot ja kada pernah tuntung membacanya. hehe…

    Reply
  5. darnia said: belum baca yang ini, Mbak Yana.kalo karya Dan Brown hanya baca DaVinci Code sama Angels and Demons. Yang kayak Deception Points juga belum…Dan Brown semacam menggunakan formula yang sama dalam buku-bukunya. Buat pembaca yang baru kenal karyanya, pasti exciting baca bukunya. Namun, begitu membaca judul yang lain, pembaca kebanyakan jenuh. Itu yang terjadi pada gw dan kebanyakan temen gw, Mbak :Dsemoga Mbak Yana enggak…

    aku yang belum Deception Point Dan. Iya, emang formulanya selalu begitu. Kalo udah sering baca pasti bisa nebak alurnya gimana. Aku senangnya informasi yang diberi dalam buku-buku karangannya Dan🙂

    Reply
  6. ayanapunya said: informasi mengenai perkumpulan Mason dan simbol-simbolnya, yang ternyata sangat berpengaruh pada bangunan-bangunan bersejarah di Washington DC, sungguh merupakan informasi yang sangat berharga untuk dilewatkan.

    ingat lho…ini fiksi..jgn lgsg percaya ama fakta2nya hehe

    Reply
  7. yant165 said: kada tahu ka. Ulun kada suka yang terjemahan. suka tulisan yang lokal2 aja. Harpot ja kada pernah tuntung membacanya. hehe…

    ooo…ku hampir semua buku kulahap…hehehe

    Reply
  8. arddhe said: ingat lho…ini fiksi..jgn lgsg percaya ama fakta2nya hehe

    Soalnyaaku baca keterangan di halaman depan Di..Semua organisasi dalam novel ini benar-benar ada, termasuk Freemasons, Invisible College, Office of Security, Smithsonian Museum Supprot CEnterm dan Institute of Noetic Sciences adalah nyata…kira-kira begitu katanya ^_^

    Reply
  9. Pernah dngr reviewnya dari radio,konon organisasi2 it nyata. . .Aq jg blm bca nvl Dan Brown satupun,ga da yg bsa dipinjemi soalna,he he he

    Reply
  10. arddhe said: ingat lho…ini fiksi..jgn lgsg percaya ama fakta2nya

    Wah panjang nih kalo mau dibahas. Inget Dhe, sejarawan itu nggak punya metodologi penelitian di bawah abad ke-14, semuanya berdasarkan tulisan babad, pun epos rakyat. Setuju saya sama Yana, bahwa informasi tentang Masonic beserta simbol-simbolnya itu lekat dengan pengaruh bangunan-bangunan bersejarah. Cuma nggak usah jauh-jauh, di Indonesia aja ada yang ngarah-ngarah ke sana. Mau bukti? Di bawah ini gambar Masjid Undip Semarang yang dananya didapat dari Bank Dunia. Lantas bentuknya itu kok mirip-mirip Freemason Pyramide di Amerika? Liatin bentuk piramidanya, bentuk pilarnya. Ada yang bisa ngejelasin, ini konspirasi atau apa? Sekedar mirip? Yakin? Benar nggak ya kalo ternyata peradaban itu dibangun atas nama konspirasi? Binun… Binun…

    Reply
  11. iya mas..penggunaan ttg nama dan simbol saya yakin itu benar2 ada..mksd saya penyambungan dan perletakannya dalam cerita itu yg saya mksd…bisa jadi sedikit dibuat dan direkayasa biar menarik dan dramatis..hehemakanya dia dimasukin ke genre novel fiksi…bukan non fiksi..

    Reply
  12. nonton filmnya aja deh ^^

    Reply
  13. punya Da Vinci Code, dan baru selesai baca selama 4 bulan! hahaha

    Reply
  14. Tebel bangettttt….. Aargghhh

    Reply
  15. boemisayekti said: Pernah dngr reviewnya dari radio,konon organisasi2 it nyata. . .Aq jg blm bca nvl Dan Brown satupun,ga da yg bsa dipinjemi soalna,he he he

    aku juga baca buku-buku itu dapat minjam di rental Yan…ga sanggup belinya😀

    Reply
  16. iya mas luqman. saya ada baca-baca juga banyak bangunan di jakarta yang memakai simbol-simbol mason..

    Reply
  17. masfathin said: nonton filmnya aja deh ^^

    bakal difilmkan ga ya kira-kira?

    Reply
  18. thebimz said: punya Da Vinci Code, dan baru selesai baca selama 4 bulan! hahaha

    hahahaha…masih mending aku dong. paling lama 2 minggu baca buku🙂

    Reply
  19. anchaanwar said: Tebel bangettttt….. Aargghhh

    yup….700 halaman, dengan berbagai informasi yang cukup berat ^_^

    Reply
  20. ayanapunya said: iya mas luqman. saya ada baca-baca juga banyak bangunan di jakarta yang memakai simbol-simbol mason..

    Aku belom pernah baca bukunya Dan Brown dari Da Vinci Code sampe Lost Symbol. Cuma dari obrolan temen-temen, aku langsung nuding ini pasti nyeritain tentang kekelaman sejarah masa Ksatria Templar, pertanyaan tentang Ketuhanan pun konspirasi teori dari masonic itu sendiri. Yana pernah denger Shriner? Ini lebih unik lagi, berkedok Islam dengan budaya dan brotherhood ala Arab, di belakangnya kelompok masonic juga. Aku pernah nulis juga singkat di MP: Freemason ≠ Shriners (?)Cuma mau ngajak mikir bareng, bener nggak sih peradaban ini dikreasikan sama kelompok orang tertentu, atau memang berjalan lewat proses natural? Is civilization created by design, or by process?Sudahlah, nanti Yana malah jadi ikutan gila kayak aku kalo nekat masih mau mikirin juga

    Reply
  21. aku udah baca semua bukunya dan brown,da vinci code, angels and demons, deception point, and digital fortresskecuali inihahaaku udah beli bukunya dari awal tahun belum sempet baca deh belum ada waktu, lebih enak sekali baca terus2an tamat. tapi ya emang udah pasti ketebak alur ala dan brown tapi tetep asik kodan ya mba, itu bangunan di Jakarta , monas-salah satu contohnya, lambang phallus yg dihubung2kan sm freemason (gatau bener apa engga) yg penjelasannya ada di buku ZIONISME : gerakan menaklukan dunia

    Reply
  22. luqmanhakim said: Yana pernah denger Shriner?

    o iya…Shriner ini ada disinggung dikit di buku ini. saya baca linknya mas Luqman aja deh.soal peradaban yang dikreasikan sama kelompok orang itu saya kurang tau mas. Yang saya tau itu cuma dari dulu Mason itu terkenal dengan New World Ordernya dengan berbagai konspirasi yang mereka buat. Mason juga yang saya tau identik dengan Zionis. Itu aja. Mohon koreksi kalo ada kesalahan😀

    Reply
  23. piazakiyah said: dan ya mba, itu bangunan di Jakarta , monas-salah satu contohnya, lambang phallus yg dihubung2kan sm freemason (gatau bener apa engga) yg penjelasannya ada di buku ZIONISME : gerakan menaklukan dunia

    iya Pia. Ada juga kan novel The Jacatra Secret yang isinya membahas pengaruh Mason terhadap bangunan-bangunan di Jakarta.Yang buku zionisme itu terbitan mana Pia?

    Reply
  24. ayanapunya said: bakal difilmkan ga ya kira-kira?

    Pasti… ^^

    Reply
  25. ayanapunya said: iya Pia. Ada juga kan novel The Jacatra Secret yang isinya membahas pengaruh Mason terhadap bangunan-bangunan di Jakarta.Yang buku zionisme itu terbitan mana Pia?

    lupa terbitan mana, soalnya bukunya masih dipinjem temen.. ntar kalo udah dibalikin aku kasih tau hehe

    Reply
  26. rizki

     /  December 26, 2012

    aku ada novelnya tapi belum sempet baca2, karena banyak kerjaan dantugas, jadinya novelnya bener2 terbengkalai, #dibeli doang…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: