Recipes for a Perfect Marriage


Pertama kali saya mendengar tentang buku ini adalah ketika saya berkunjung ke “rumah” bu Pingkan yang kebetulan membahas sedikit mengenai buku ini. Yang membuat saya penasaran adalah paragraf pertama dari tulisan bu Pingkan, yang menyatakan kalau Bernadine -salah satu tokoh dalam cerita ini- mengawali pernikahan dengan keterpaksaan dan dalam kondisi mencintai orang lain. Dan saya beruntung, bisa mendapatkan buku ini di rental buku langganan.

Cerita dimulai dengan cerita Tressa Nolan, seorang penulis kuliner top di New York yang mengalami kegamangan dengan pernikahannya yang baru berusia beberapa minggu. Tressa menganggap dia dan Dan bukanlah pasangan yang cocok. Disamping itu bagi Tressa keputusannya menikahi Dan adalah keputusan yang terburu-buru mengingat usianya yang sudah tak muda lagi. Beruntung di hari pernikahannya, Niamh ibunya memberikan yang sangat berharga. Kumpulan catatan harian sang nenek, Bernadine Nolan.

Bernadine Nolan, lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga miskin di Irlandia. Ayahnya yang pemabuk membuat ibunya harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga. Beruntung Bernadine memiliki seorang bibi yang kaya, yang membuatnya dihitung sebagai gadis terpandang di kotanya.

Satu hari Bernadine menghadiri sebuah pesta di kotanya. Disitulah dia bertemu dengan cinta pertamanya, Michael Tuffy. Mereka pun berpacaran. Namun sayangnya impian Bernadine untuk menjadi istri Michael tak pernah menjadi kenyataan karena keluarganya tak sanggup membayar mas kawin yang diajukan keluarga Tuffy. Bahkan bibi Ann yang kaya raya pun tak bersedia memberikan bantuannya kepada Bernadine. Tidak ada pernikahan, dan Bernadine harus menjalani hari-hari tanpa Michael Tuffy yang pergi meninggalkannya.

Beberapa tahun berlalu, dan hadirlah James Nolan dalam hidup Bernadine. James adalah warga asli Faliochtar yang sudah bertahun-tahun tinggal di luar negeri dan akhirnya memutuskan kembali. Awalnya Bernadine mendekati James hanya untuk membuat kesal salah seorang saingannya. Namun rupanya dia mengambil keputusan yang agak keliru. James bukan hanya tertarik padanya, tetapi juga berniat menikahinya, bahkan tanpa harus membayar mas kawin. Akhirnya pernikahan pun dilaksanakan, dan Bernadine harus menjalani puluhan tahun hidupnya bersama-sama dengan laki-laki yang awalnya tidak dia cintai.

Dalam menguraikan kisahnya, Kate Kerrigan membagi novel ini dalam 10 bab. Kesepuluh bab tersebut antara lain Kecocokan, Kompromi, Pengorbanan, Berbagi Suka Cita, Bertahan, Respek, Menerima, Kesetiaan, Rasa Percaya, dan Komitmen. Sepuluh bab yang mungkin bisa disimpulkan sebagai 10 dasar sebuah pernikahan. Setiap awal bab selalu dimulai dengan penyajian sebuah resep masakan Irlandia yang merupakan resep turun temurun dalam keluarga penulis. Ada selai gooseberry, tar rhubarb, hingga yang kue kentang. Kesemuanya merupakan pengantar dalam menikmati bab selanjutnya. Ceritanya sendiri terbagi menjadi 2 bagian. Separuh kisah Bernadine Nolan, dan separuhnya lagi kisah sang cucu, Tressa Nolan.

Membaca novel ini member saya gambaran bagaimana rasanya membangun rumah tangga dengan orang yang mungkin bukan pilihan kita. Seperti Bernadine yang meskipun tidak mencintai James tapi tetap bersikap sebagai istri yang baik kepada James. Dan meskipun dia selalu merasa dirinya hanya mencintai Michael Tuffy, toh pada akhirnya ketika diberi kesempatan bertemu kembali dengan cinta pertamanya, Bernadine memilih tetap berada di sisi James.

Lalu, bagaimana dengan Tressa ? sebagai cucu yang hidup puluhan tahun sesudah neneknya tentunya permasalahan Tressa tak kalah rumit dibandingkan neneknya. Jika Bernadine harus menjalani hidup dengan orang yang tidak dicintai, maka Tressa kadang harus menghadapi godaan hadirnya orang-orang dari masa lalunya sementara dia merasa pernikahannya dengan Dan adalah sebuah kesalahan.

Sayangnya meskipun termasuk dalam kategori novel bergizi, saya tak cukup menikmati membaca novel ini. Isinya bagus, cara penulisannya juga mudah dimengerti. Namun hal itu tak cukup berhasil membuat saya membacanya berjam-jam tanpa henti. Bahkan di beberapa puluh halaman terakhir, saya harus menerapkan system baca kilat, yakni melompati beberapa halaman sekaligus. Untungnya kesabaran saya menuai hasil yang memuaskan. Kate Kerrigan menutup novel ini dengan sangat manis. Seperti beberapa kalimat yang saya kutip di bawah ini:

“James adalah cinta sejatiku, sebab dengan dialah aku berbagi hidup. Sesederhana itu.”

“Kupikir orang tidak akan bisa membuat komitmen sebelum benar-benar jatuh cinta. Sekarang aku tahu, kita tidak akan bisa mencintai dengan tulus sebelum membuat komitmen.”

“Inilah kesempatan terakhirku dalam cinta, bukan karena aku sudah terlalu tua untuk menjalin cinta dengan orang lain, tetapi karena sudah waktunya berhenti. Berhenti berlari, mengejar sasaran bergerak yang kusebut kebahagiaan itu, dan merasa berbahagia dengan apa yang sudah kumiliki.”

Previous Post
Leave a comment

37 Comments

  1. sepertinya….aku butuh buku ini :Dthanks reviewnya..ntar nyari ke toko buku

    Reply
  2. masih penasaran sama ini buku. :d

    Reply
  3. darnia said: sepertinya….aku butuh buku ini :Dthanks reviewnya..ntar nyari ke toko buku

    aku suka banget endingnya Dan… ^_^

    Reply
  4. topenkkeren said: masih penasaran sama ini buku. :d

    cepet dicari Fan😀

    Reply
  5. ayanapunya said: aku suka banget endingnya Dan… ^_^

    hehheeh jangan dispoiler yah! *mendelik serem*

    Reply
  6. darnia said: hehheeh jangan dispoiler yah! *mendelik serem*

    ampuunn…ga kok. itu kan cuma kutipan😀

    Reply
  7. ayanapunya said: meskipun termasuk dalam kategori novel bergizi, saya tak cukup menikmati membaca novel ini.

    Buku-buku saspop (aku nyebutnya Sastra Populer), buku-buku yang emang ringan dan mudah dibaca, tapi kadang buat diterjemahkan ke dalam keseharian kita, sulit banget. Kendala budaya, kehidupan juga intisari pelajaran yang diambil kadang banyak berbedanya ketimbang samanya. Ada buku bagus buat Yana buat referensi bacaan, cari buku ‘Cinderella Complex’ karangan Colette Dowling. Cerita tentang gimana seorang perempuan mandiri yang hidup ternyata nggak bisa ngelepasin ketergantungannya sama laki-laki. Buku yang bagus, kisah nyata penulisnya sendiri yang memang redaktur di salah satu koran besar Amerika, jatuh cinta sama reporternya. Taglinenya yang keren, Cinderella Complex, hidden fear of independeness, ketakutan wanita akan kemandirian. Bukan buku yang mendayu-dayu, tapi buku yang bikin mikir tentang kemandirian perempuan, ditulis juga sama perempuan…

    Reply
  8. Seperti membaca cerita : Setelah kau menikahiku karya Novia StephaniMeskipun Novel ini lebih terlihat detail ( maklumlah Novel ), dan tambahan cerita flash back dari masa lalu yang tokoh novel ini – Tressa – juga sebagai pembaca dari cerita yang terhampar tentang neneknya….Pada dasarnya Novel ini hanya ingin bilang : ‘ Mencintai hanyalah sebuah sikap yang dipilih untuk membangun sebuah bangunan kesepahaman, selebihnya adalah ketulusan dan saling menerima…… Intinya sih, cinta tidak berada pada bagian yang penting dalam menciptakan sebuah rumah tangga yang hebat😀, menurut saya lho An😛

    Reply
  9. luqmanhakim said: Cinderella Complex, hidden fear of independeness

    Menarik….:) menjadi sangat menarik karena ditulis seorang wanita juga, jadi mo beli😀

    Reply
  10. ini baguuus. suka-suka-suka

    Reply
  11. sepertinya…. aku butuh buku ini😀 thanks reviewnya..ntar nyari ke toko buku@i Dan kayaknya dari kemarin nyari buku ini tapi belum beli-beli juga pe sekarang. buku ini juga mengajarkan bagaimana laki-laki itu seharusnya: tidak menuntut, memahami, tidak banyak bicara, dan yang penting adalah perbuatan

    Reply
  12. Dan perempuan agar tidak bersikap egois untuk segala hal bila berhadapan dengan laki – laki…..

    Reply
  13. Ntar pulang ngubek2 tobuk dech ^^

    Reply
  14. penasaran neh pengen baca, udah ada bukunya tapi blom dibaca😀

    Reply
  15. Thanks sharingnya. . .kyknya asyik. . . Covernya manis ya. . .

    Reply
  16. luqmanhakim said: Buku-buku saspop (aku nyebutnya Sastra Populer), buku-buku yang emang ringan dan mudah dibaca, tapi kadang buat diterjemahkan ke dalam keseharian kita, sulit banget. Kendala budaya, kehidupan juga intisari pelajaran yang diambil kadang banyak berbedanya ketimbang samanya. Ada buku bagus buat Yana buat referensi bacaan, cari buku ‘Cinderella Complex’

    kok jadi ingat The Proposal-nya Sandra Bullock ya Mas? :Dbukunya dah ada versi bahasa indonesia belum? saya masukin ke daftar baca ah

    Reply
  17. dhaimasrani said: Seperti membaca cerita : Setelah kau menikahiku karya Novia StephaniMeskipun Novel ini lebih terlihat detail ( maklumlah Novel ), dan tambahan cerita flash back dari masa lalu yang tokoh novel ini – Tressa – juga sebagai pembaca dari cerita yang terhampar tentang neneknya….Pada dasarnya Novel ini hanya ingin bilang : ‘ Mencintai hanyalah sebuah sikap yang dipilih untuk membangun sebuah bangunan kesepahaman, selebihnya adalah ketulusan dan saling menerima…… Intinya sih, cinta tidak berada pada bagian yang penting dalam menciptakan sebuah rumah tangga yang hebat😀, menurut saya lho An😛

    kalo menurut aku, untuk memulai pernikahan, cinta kadang tak diperlukan. Buktinya ada pada orang-orang zaman dahulu yang menikah karena dijodohkan. akan tetapi dalam perjalanannya, cinta juga perlu ditumbuhkan dalam pernikahan itu. lagipula sekian tahun kebersamaan mau tak mau akan melahirkan cinta. aku sih lebih setuju kepada komitmen itu sendiri Bang.

    Reply
  18. malambulanbiru said: sepertinya…. aku butuh buku ini😀 thanks reviewnya..ntar nyari ke toko buku@i Dan kayaknya dari kemarin nyari buku ini tapi belum beli-beli juga pe sekarang. buku ini juga mengajarkan bagaimana laki-laki itu seharusnya: tidak menuntut, memahami, tidak banyak bicara, dan yang penting adalah perbuatan

    hehehe…untung Bernadine dapat suami baik hati kaya James😀

    Reply
  19. ivoniezahra said: Ntar pulang ngubek2 tobuk dech ^^

    met ngubek-ngubek Von ^_^

    Reply
  20. sinthionk said: penasaran neh pengen baca, udah ada bukunya tapi blom dibaca😀

    ntar direview juga ya Sin🙂

    Reply
  21. boemisayekti said: Thanks sharingnya. . .kyknya asyik. . . Covernya manis ya. . .

    yup, covernya cantik. ga penasaran lagi kan Yan?😀

    Reply
  22. dan juga Tressa yang mendapatkan Dan. aku suka endingnya mereka🙂

    Reply
  23. ayanapunya said: bukunya dah ada versi bahasa indonesia belum?

    Ada, sempet diterbitin Gramedia pula. Kalo mau nyari di toko buku lama, soalnya aku baca juga punya temen anak Psikologi jaman aku kuliah. Kalo nggak salah aku baca itu sekitar tahun 1995-an gitu. Ada temen MP anak Bandung, Puput yang juga penasaran sama buku itu, dia nyari dan dapet. Masih ada yang jual katanya, tapi udah cetakan ke sekian. Bukunya memang banyak cerita tentang psikologi perempuan dan buatku itu buku bagus, bukan buku menyek-menyek, malah buku yang bener-bener membumi bahwa perempuan itu punya ketakutan akan kemandirian. Tagline-nya, a hidden fear of independeness

    Reply
  24. malambulanbiru said: buku ini juga mengajarkan bagaimana laki-laki itu seharusnya: tidak menuntut, memahami, tidak banyak bicara, dan yang penting adalah perbuatan

    kalo gitu biar si Mas yang baca buku ini*pasti dia lebih seneng disuruh bersihin monas pake sikat gigi daripada gw suruh baca …

    Reply
  25. sepertina bukuna bagus🙂 thanks for sharing yaa

    Reply
  26. malambulanbiru said: dan juga Tressa yang mendapatkan Dan. aku suka endingnya mereka🙂

    Dan juga baik😀

    Reply
  27. luqmanhakim said: Ada, sempet diterbitin Gramedia pula. Kalo mau nyari di toko buku lama, soalnya aku baca juga punya temen anak Psikologi jaman aku kuliah. Kalo nggak salah aku baca itu sekitar tahun 1995-an gitu. Ada temen MP anak Bandung, Puput yang juga penasaran sama buku itu, dia nyari dan dapet. Masih ada yang jual katanya, tapi udah cetakan ke sekian. Bukunya memang banyak cerita tentang psikologi perempuan dan buatku itu buku bagus, bukan buku menyek-menyek, malah buku yang bener-bener membumi bahwa perempuan itu punya ketakutan akan kemandirian. Tagline-nya, a hidden fear of independeness

    hik. buku lama to. dimana nyarinya ya?😦

    Reply
  28. darnia said: kalo gitu biar si Mas yang baca buku ini*pasti dia lebih seneng disuruh bersihin monas pake sikat gigi daripada gw suruh baca …

    duh cape Dan bersihin monas pake sikat gigi😀

    Reply
  29. mooncatz said: sepertina bukuna bagus🙂 thanks for sharing yaa

    yup ^_^

    Reply
  30. Mba’ Antung…makasih sharingnya ^^>>>Kecocokan, Kompromi, Pengorbanan, Berbagi Suka Cita, Bertahan, Respek, Menerima, Kesetiaan, Rasa Percaya, dan Komitmen <<<

    Reply
  31. gadys89 said: Mba’ Antung…makasih sharingnya ^^>>>Kecocokan, Kompromi, Pengorbanan, Berbagi Suka Cita, Bertahan, Respek, Menerima, Kesetiaan, Rasa Percaya, dan Komitmen <<<

    senang bisa berbagi Hes🙂

    Reply
  32. Hesty bagi untuk di status rumah sebelah ya ?

    Reply
  33. gadys89 said: Hesty bagi untuk di status rumah sebelah ya ?

    boleh banget. tapi disebutin judul bukunya ya🙂

    Reply
  34. Nama mba’ Antung juga Hesty sebut , hee…

    Reply
  35. gadys89 said: Nama mba’ Antung juga Hesty sebut , hee…

    hehehe…aku dah komen disana😀

    Reply
  36. ayanapunya said: saya tak cukup menikmati membaca novel ini.

    jadi kenapa dikasih 4 bintang, Ntung?

    Reply
  37. fefabiola said: jadi kenapa dikasih 4 bintang, Ntung?

    karena endingnya bagus mba :))

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: