Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin


Judul Buku : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 256 halaman
Tahun Terbit : Juni 2010

“Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.”

Kutipan di atas saya ambil dari halaman 196 novel berjudul Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karangan Tere Liye. Novel ini merupakan kenang-kenangan dari kopdar pertama saya dengan Bang Tami dan Fathur beberapa waktu yang lalu. Namun karena berbagai alasan, novel ini baru bisa terbaca beberapa hari yang lalu.

***

Tania dan Dede, adalah sepasang kakak beradik yang sehari-harinya bekerja sebagai pengamen jalanan. Suatu hari, saat sedang mengamen di sebuah bis pada kepulangan mereka ke rumah, Tania dan Dede bertemu dengan seorang lelaki yang kemudian menjadi malaikat dalam kehidupan mereka. Laki-laki itu bernama Danar. Malam itu dia menolong Tania yang kakinya tertusuk paku payung. Dan seterusnya, dialah penopang kehidupan Tania, Dede dan ibunya. Pertemuan dengan Danar juga mengajarkan Tania sebuah perasaan baru. Tania yang saat itu berusia 11 tahun tanpa sadar sudah jatuh cinta pada malaikatnya.

Hari-hari setelah kehadiran Danar merupakan sebuah awal yang baru dalam kehidupan Tania. Dia dan adiknya bisa bersekolah kembali, mereka bisa tinggal di tempat tinggal yang lebih layak, dan ibunya bisa memulai usaha yang dulu diidam-idamkannya. Sayangnya kebahagiaan itu harus ternoda. Dua tahun berselang, ibu Tania meninggal dunia. Tania dan Dede resmi menjadi yatim piatu. Disinilah kembali Danar menjelma menjadi malaikat bagi Tania dan Dede. Karena sepeninggal sang ibu, Danarlah yang mengambil alih tanggung jawab membesarkan meraka.

Waktu terus berjalan. Tania yang cerdas berhasil mendapat beasiswa untuk bersekolah di Singapura. Bertahun-tahun terpisah nyatanya tak membuat perasaan Tania kepada Danar menghilang begitu saja. Malah seiring dengan pertumbuhannya perasaan itu semakin membesar. Tania yang tumbuh menjadi seorang gadis cantik dan dia pun merasa pantas untuk mendampingi Danar. Baginya rentang usia 14 tahun bukanlah masalah.

Sayangnya cinta itu tak pernah tersampaikan. Danar memutuskan menikah. Tania pun larut dalam upaya menghilangkan kesedihan. Bekerja tanpa henti. Berubah menjadi pribadi yang berbeda. Hingga akhirnya di saat Tania merasa sudah cukup bisa mengikhlaskan Danar, rahasia itu mulai terungkap.

*****

Untuk urusan bercerita, Tere Liye memang tak perlu diragukan lagi. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama, dengan Tania sebagai tokoh utamanya. Alur cerita dibuat secara flashback untuk setiap bab-nya. Sedang untuk editing, saya menemukan satu kesalahan pengetikan nama Tania menjadi Ratna. Lalu karena dalam novel ini Tania selalu menyebut nama Danar dengan dia maka kadang saya harus benar-benar cermat dalam kalimat demi kalimat dalam novel ini. Penggunaan panggilan dia ini juga kalau menurut saya berpotensi menimbulkan rasa bosan bagi pembaca, mengingat betapa seringnya Tania menyebutkan kata dia dalam upayanya mengurai kenangan.

Secara keseluruhan, novel ini cukup menarik untuk dibaca. Dan seperti biasa, Tere Liye selalu menyisakan pertanyaan di akhir novel-novel yang dibuatnya. Apakah kalimat yang dibisikkan Danar di telinga Tania pada saat itu?

Leave a comment

21 Comments

  1. harga gak ada?udah di buang yaa label harganya..

    Reply
  2. kemaren sempat liat novel ini di deretan buku barumasukin list dulu…thanks reviewnya, Mbak Yan :>

    Reply
  3. nitafebri said: harga gak ada?udah di buang yaa label harganya..

    harganya kalo di bjm 35 ribu kalo ga salah🙂

    Reply
  4. darnia said: kemaren sempat liat novel ini di deretan buku barumasukin list dulu…thanks reviewnya, Mbak Yan :>

    nunggu review Dani😀

    Reply
  5. Nuhun review nya mbak Yana:-) Blm baca buku Tere Liye yg ini mba,huwaaa mupeng

    Reply
  6. miftamifta said: Nuhun review nya mbak Yana:-) Blm baca buku Tere Liye yg ini mba,huwaaa mupeng

    Mifta kapan bikin review juga? hehe

    Reply
  7. Duh maaf mbak,net nya lg lola. Ngenet dr hape beginilah:-(

    Reply
  8. miftamifta said: Duh maaf mbak,net nya lg lola. Ngenet dr hape beginilah:-(

    hehehe…sampe 3 kali komennya masuk. aku delete ga papa ya🙂

    Reply
  9. Mau pesen via tobuk online tere, nanggung. Ntar aja kalu pulang. Bli buku, membc dan menulis blum fokus dan prioritas sech 🙂

    Reply
  10. ivoniezahra said: Mau pesen via tobuk online tere, nanggung. Ntar aja kalu pulang. Bli buku, membc dan menulis blum fokus dan prioritas sech 🙂

    iya von. beli di sini aja. bentar lagi juga pulang kan🙂

    Reply
  11. Duh maaf mb Yana, gpp kok. Nuhun:-)

    Reply
  12. saya belum ‘sempet’ buat reviewnya.. he he…gaya flashbacknya mirip bidadari2 surga

    Reply
  13. lagipula buku nganggur belum di bc ada selaci, kmren sebgian bt hadiah perpisahan. Dan ntar pulang juga timbunan buku bcan bisa sekardus. Di jogja saja ada hampir 20. Blum di rmh blitar hehe

    Reply
  14. mylathief said: saya belum ‘sempet’ buat reviewnya.. he he…gaya flashbacknya mirip bidadari2 surga

    bidadari-bidadari surga belum baca ^_^

    Reply
  15. ivoniezahra said: lagipula buku nganggur belum di bc ada selaci, kmren sebgian bt hadiah perpisahan. Dan ntar pulang juga timbunan buku bcan bisa sekardus. Di jogja saja ada hampir 20. Blum di rmh blitar hehe

    waduh…banyak amat von. mending lempar ke sini aja😀

    Reply
  16. udah 2 orang yg bilang bagus nihmmm…penasaran…

    Reply
  17. astridchocolate said: udah 2 orang yg bilang bagus nihmmm…penasaran…

    penasaran dibeli mba bukunya😀

    Reply
  18. tku reviewnya..sist, cover bukunya boleh jg yak..:)

    Reply
  19. imeel said: tku reviewnya..sist, cover bukunya boleh jg yak..:)

    makasih udah dibaca mba🙂

    Reply
  20. ka, pian merasa ada ketidakkonsistenan karakter lah di novel ini? masa seorang Danar yang berhati malaikat bisa berlaku kayak gitu sama istrinya? trus… apa yang menghalangi Danar menyatakan perasaannya dengan Tania? hehe… hasil dari membaca review di goodreads🙂

    Reply
  21. yant165 said: ka, pian merasa ada ketidakkonsistenan karakter lah di novel ini? masa seorang Danar yang berhati malaikat bisa berlaku kayak gitu sama istrinya? trus… apa yang menghalangi Danar menyatakan perasaannya dengan Tania? hehe… hasil dari membaca review di goodreads🙂

    bukan tidak konsisten kalau menurutku. tapi pengecut. laki-laki sejati tidak mungkin bersikap seperti itu. hehehehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: