Samita, Bintang Berpijar di Langit Majapahit


Judul Buku : Samita, Bintang Berpijar di Langit Majapahit
Pengarang : Tasaro
Jumlah Halaman : 488
Penerbit : Mizan

Serasa menonton drama silat. Itulah kesan yang saya dapatkan selama membaca buku ini. Setting cerita yang berlatar kerajaan Majapahit, panggilan semacam Kakang dan Nini, serta jurus-jurus dengan nama yang unik benar-benar membuat ingatan saya tertarik ke masa lalu.

Diceritakan Hui Sing, murid perempuan Laksamana Cheng Ho yang ikut berlayar bersama gurunya ke Majapahit dalam rangka misi perdamaian. Sebelum tiba di Majapahit, terlebih dahulu Cheng Ho dan Hui Sing singgah di Simongan untuk merawat Wang Ji Hong, orang kedua dalam pelayaran tersebut yang terkena cacar air. Meskipun sempat dikira sebagai musuh, namun pada akhirnya kedatangan mereka diterima dengan baik oleh penduduk Simongan. Hui Sing bahkan menemukan teman baru dalam persinggahannya itu, Ramya, putri Lurah di Simongan.

Namun sayangnya ketentraman tersebut harus terusik. Tanpa sebab yang jelas tiba-tiba pasukan Majapahit menyerang armada Cheng Ho. Penyerangan yang mengakibatkan Cheng Ho harus kehilangan ratusan anak buahnya, serta meninggalnya Ki Legowo, Lurah Simongan yang juga ayah Ramya. Tragedi tersebut mau tak mau membuat Cheng Ho dan Hui Sing mempercepat perjalanannya ke Majapahit. Kali ini selain membawa misi perdamaian, kedatangan mereka jugabertujuan meminta pertanggungjawaban raja atas penyerangan yang terjadi di Simongan.

Sesampai di Majapahit, Cheng Ho dan rombongannya disambut langsung oleh Sad Respati, kepala bhayangkari, pasukan khusus raja. Selama di Majapahit, Hui Sing berteman akrab dengan Sad Respati dan Anindita, putri mahapatih yang juga merupakan calon istri Respati. Sayangnya sebuah peristiwa membuat Hui Sing mengetahui kedok salah satu dari sahabatnya, Anindita. Dan karena alasan itulah, Hui Sing akhirnya memutuskan tidak mengikuti perjalanan gurunya ke Palembang dan kembali ke Majapahit.

Sayangnya perjalanan kembali ke Majapahit rupanya tidak semulus yang dibayangkan. Berbagai peristiwa terjadi pada Hui Sing. Pertemuan dengan Windriya, pertarungan dengan Dua Iblis dari Selatan yang membuatnya hampir kehilangan nyawa, hingga pergantian namanya menjadi Samita. Semuanya harus dilalui Hui Sing sampai akhirnya bisa bertemu kembali dengan Respati. Lalu, berhasilkah Hui Sing membongkar kejahatan Anindita?

Selain mengisahkan tentang perjalanan Samita, novel yang bergenre fiksi sejarah ini memuat tentang Islam, meski tak banyak dan lebih pada pelaksanaan ajaran Islam. Dan meskipun awalnya tidak terlalu tertarik untuk membaca novel ini, nyatanya begitu memasuki pertengahan cerita saya mulai tak bisa berhenti untuk membaca kelanjutan kisahnya. Dan jujur saja, saya benar-benar kagum dengan cara Tasaro berkisah dalam novelnya. Cara beliau menggambarkan kehidupan jaman Majapahit benar-benar jelas, membuat saya seolah menonton langsung adegan-adegan yang ada di novel ini. Dan yang membuat saya agak sebal adalah, ketika sampai di halaman akhir saya baru sadar kalau novel ini belum selesai. Endingnya benar-benar gantung dan ada beberapa rahasia yang belum terbongkar, seperti keberadaan Ramya dan Anindita. Karena itulah, saya sangat yakin kalau akan ada sekuel dari novel ini. Tapi kapan ya sekuelnya keluar?

Next Post
Leave a comment

31 Comments

  1. Ada spoilernya…jd males dah. Kam aja yg membaca.

    Reply
  2. Btw, ingat satria madangkara aku jdnya…

    Reply
  3. bundananda said: Ada spoilernya…jd males dah. Kam aja yg membaca.

    hahaha…ulun dah tuntung bun :Pspoilernya yang mana lah?

    Reply
  4. bundananda said: Btw, ingat satria madangkara aku jdnya…

    iya am. ulun pas membaca jadi keingatan arya kamandanu😀

    Reply
  5. Nah itu td kam bepadah endingnya gantung, ketahuanku dah. Jd malas.

    Reply
  6. Arya kamandanu tuh se masa dgn samita kyknya..

    Reply
  7. berarti bayangin org naek kuda jg ya mbak?

    Reply
  8. @bunda: oo itu kah?hehe. Arya kamandanu tu yg lasmini tu lo bun?

    Reply
  9. @desi: bukunya apik ya des. Yg serambi mekah bgs ga?

    Reply
  10. @nana: iya na.plus adegan silatnya :d

    Reply
  11. trus kek dnger suara pedang2 geto jg yahahahaha

    Reply
  12. Pinjem.. pinjem.. pinjem… hehehehe…Tasaro, mengemas katanya unik🙂

    Reply
  13. @nana: tp ga ada ciaat ciaat nya na :d

    Reply
  14. @anaz: suka tasaro jg mba?

    Reply
  15. mungkin mirip novel Ranah Sembilan yg pernah aku ulas nih kayaknya. Silat banget plus peta dan pemberian nama khas persilatan :Dbedanya, buku majapahit ini berdasarkan sejarah sementara Ranah Sembilan mah bener2 fiksi :)persamaannya, kedua buku ini punya ending gantung x_x

    Reply
  16. ayanapunya said: @anaz: suka tasaro jg mba?

    bangetjatuh cinta pertama kali sama Galaksi KinanthiCuma amsih terbatas sih buku2nya beliau😦

    Reply
  17. @vera: ranah sembilan sapa yg ngarang de? Linknya dong😉

    Reply
  18. Arya kamandanu kok lasmini? Laksmini itu brama kumbara. Nah itu jaman perang bubat.Kalo arya kamandanu bujur pas cina masuk jawa. Bininya ja urang cina kalo?Halah malah bahas sandiwara radio..

    Reply
  19. @anaz: klo aku setelah baca MLPH.beliau detail banget penggambarannya.serasa di depan mata🙂

    Reply
  20. @bunda: oh salah ternyata.hehe.jaman sd pang mendengarkan drama radio tu.kd tp ingat lg.hehe

    Reply
  21. pengarangnya dewi sartika.Aku lagi pake hape, mbak. Kalau mau, coba cari di blogku *salah masukin nih (- -‘)

    Reply
  22. Udah kubaca reviewnya🙂

    Reply
  23. blm tak selesaikan mbacanya

    Reply
  24. Udah sampe mana?

    Reply
  25. sampe hui sing baru awalawal d majapahit. sampe sgitu blm mnarik ya?

    Reply
  26. Iya.baru menarik setelah dia bertarung sama setan selatan itu

    Reply
  27. Dulu ka Fitri pernah bkisah kalau endingnya gantung, kayakna dasar ada sekuelnya ka. Pian nukar kah ka? Brp harganya?

    Reply
  28. Aku nukar pas bazaar mizan di tb riyadh yan.hrg aslinya 40.didiskon jd 20an aja.hehe

    Reply
  29. masih ada kah bazar na??

    Reply
  30. utuhspeedy said: masih ada kah bazar na??

    kada tau Bud. rasanya dah habis pang

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: