Sang Pencerah


Cerita dibuka dengan kelahiran putra ke empat dari keluarga khatib Masjid Besar Jogjakarta, yang juga keturunan Syeikh Maulana Malik Ibrahim, yang diberi nama Muhammad Darwis. Waktu berlalu dengan cepat, Darwis kecil pun beranjak remaja dan mulai menunjukkan perbedaan pandangannya dengan saudara-saudaranya yang lain. Saat berusia 15 tahun, Darwis berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan sekaligus mendalami agama Islam. Setelah 5 tahun, beliau pulang ke kampung halaman dengan nama baru, yakni K. H. Ahmad Dahlan.

Kepulangan K. H Ahmad Dahlan ini bisa dibilang sebagai awal sepak terjang beliau di yogyakarta. Menggantikan posisi ayahnya sebagai khatib Masjid Besar Yogyakarta, K. H Ahmad Dahlan malah memberi khutbah yang membuat ulama-ulama senior resah. Lalu beliau juga mempersoalkan kiblat di masjid-masjid yang ternyata salah arah. Karena argumennya tak diterima, K. H Ahmad Dahlan akhirnya memilih tidak lagi mengikuti shalat berjamaah di Masjid Besar, dan memimpin sholat di Langgar Kidul.

Keputusan beliau ini ternyata berakibat buruk pada beliau. Beliau dituduh sebagai kyai kafir, dan langgarnya dirubuhkan warga. Sempat ingin meninggalkan kampungnya, akhirnya dengan dibujuk oleh salah seorang kakaknya K. H Ahmad Dahlan memutuskan tetap tinggal di Jogja. Dengan bantuan kakaknya, Langgar Kidul pun dibangun kembali. K.H Ahmad Dahlan kemudian melepaskan jabatannya sebagai khatib Masjid besar, dan memfokuskan kegiatan dakwahnya di Langgar Kidul.

Meskipun mulai mendapat banyak pengikut, bukan berarti ajaran dakwah K. H Ahmad Dahlan diterima oleh para ulama Jogja. Beliau tetap dituduh sebagai ustad kafir dan sesat. Apalagi ketika beliau mulai begaul dengan para pengurus Boedi Oetomo, mengajar di sekolah priyayi, dan membuka madrasah ibtidaiah yang berbeda dengan kebiasaan. Konflik memuncak ketika beliau mengajukan permohonan untuk mendirikan perkumpulan sebuah perkumpulan sebagai wadah dari kegiatan dakwah beliau. Meski mendapat persetujuan dari Sultan, ternyata untuk dapat mendirikan perkumpulan beliau juga harus mendapat persetujuan dari penghulu Kamaludiningrat. Padahal sejak awal hubungan antara K. H Ahmad Dahlan dan penghulu yang diperankan oleh Slamet Rahardjo tersebut sudah tidak baik. Namun akhirnya konflik itu dapat diselesaikan, dan berdirilah perkumpulan yang sekarang kita kenal dengan nama Muhammadiyah.

***
Jika dilihat dari segi cerita, film ini gampang ditebak. Secara ini kan film sejarah tokoh nasional. Jadi wajar kalo ga ada konflik yang mengejutkan. Tapi kalo dilihat dari segi akting para pemainnya, kayaknya tidak perlu diragukan lagi. Wajar lah, yang main kan emang pemain kelas festival semua. Slamet Rahardjo, Lukman Sardi, Agus Kuncoro, hingga Ikranagara. Kehadiran 4 sekawan Dennis Adhiswara, Mario Irwinsyah, Giring ‘Nidji’, dan Ricky Perdana yang merupakan murid setia K. H Ahmad Dahlan juga cukup memberi warna bagi film ini. Setting Jogjakarta yang digunakan juga bagus banget. Sukses membuat saya pengen jalan-jalan ke sana. Lalu, soal score, ini nih favorit saya. Tya Subiakto sukses bikin saya merinding di beberapa scene dengan score gubahannya.

Terlepas dari kontroversi yang muncul berkaitan dengan pemilihan Lukman Sardi sebagai K.H Ahmad Dahlan, secara pribadi saya berpendapat kalau film ini sangat layak tonton.

NB : Gambar pinjam dari http://penyo.web.id/wp-content/uploads/sang-pencerah.jpg

Next Post
Leave a comment

30 Comments

  1. belum nonton.. padahal saya di jogja, dekat sekali dg tempat brsejarah itu..

    Reply
  2. fitrinurhati said: belum nonton.. padahal saya di jogja, dekat sekali dg tempat brsejarah itu..

    wah makin pengen ke jogja🙂

    Reply
  3. Wah pengen juga…Nyari teman nonton mode ON

    Reply
  4. utuhspeedy said: Wah pengen juga…Nyari teman nonton mode ON

    budi..hari senin sore ka imazahra membawai kopdar di dm tuh

    Reply
  5. lumayaannn heehe

    Reply
  6. arddhe said: lumayaannn heehe

    kamu kan standarnya tinggiii😛

    Reply
  7. boleh…pyn datang jua lo???

    Reply
  8. utuhspeedy said: boleh…pyn datang jua lo???

    insya allah

    Reply
  9. waah jadi kepingin nonton

    Reply
  10. Hehe iya mba,film nya bikin merinding :-> apalagi pas dgr lagunya.

    Reply
  11. 9 tahun sekolah di Muhammadiyah (SD-SMP), dibesarin di lingkungan Muhammadiyah (almarhum kakek dari bapak ulama Muhammadiyah di Medan, almarhum kakek dari ibu aktivis Muhammadiyah di Jakarta, temen deket almarhum Buya Hamka), lumayan bikin aku ngerti tentang konteks dan doktrin Kemuhammadiyahan. Dulu waktu masih kerja di lingkungan broadcast tiap ada film Indonesia baru muncul, aku pasti dapet kesempatan buat nonton film yang baru beredar buat pertama kalinya (premiere), kali ini pas kerja sendiri malah nggak pernah nonton film Indonesia sama sekali…Tapi kalo banyak orang bilang film ini menarik dan layak tonton, aku ya jadi pengen nonton juga…

    Reply
  12. Tiap bc judul sang pencerah, aku jd ingat produk2 deterjen Yan…Tp emg byk yg blg itu film bagus.

    Reply
  13. bundananda said: Tiap bc judul sang pencerah, aku jd ingat produk2 deterjen

    Ha ha ha… Lah emang Para Pencerah itu tugasnya membersihkan otak, Mbak Sis…

    Reply
  14. zaffara said: waah jadi kepingin nonton

    ntar kalo sudah nonton bikin review juga ya mba🙂

    Reply
  15. terlepas kondisi internal muhammadiyah skrg ini yg sebagian dinilai org bnyk menyimpang dr nilai2 yg ditanamkan Ahmad dahlan, sy sangat2 mengapresiasi filem ini. Membuat sy de javu, terutama lagu sang surya yg dulu sering kami nyanyikan sejak tsanawiyah….3 bintang utk flm ini…..:))

    Reply
  16. deaninamaku said: Hehe iya mba,film nya bikin merinding :-> apalagi pas dgr lagunya.

    udah nonton juga dea? keren kan scoringnya🙂

    Reply
  17. mas luqman, siapa kakeknya yg ulama muhammadiyah di medan? Sy 6 th skloh di muhammdiyah, medan….*salam kenal…..:))

    Reply
  18. luqmanhakim said: doktrin Kemuhammadiyahan

    saya bukan Muhammadiyah mas…tapi enjoy aja nontonnya🙂

    Reply
  19. bundananda said: Tiap bc judul sang pencerah, aku jd ingat produk2 deterjen Yan…Tp emg byk yg blg itu film bagus.

    saya malah mikirnya ini filmnya Sunan Kalijaga bun😀

    Reply
  20. adearin said: lagu sang surya

    lagu sang surya yg mana ya mba wik?

    Reply
  21. sang surya itu judul lagu back soundnya Sang pencerah itu…..Gini nih….Sang surya, telah bersinarsyahadat dua melingkarwarna yg hijau berserimembuatku rela hatiya Allah tuhan robbikumuhammad junjungankual islam agamakumuhammadiyah gerakanku….:)

    Reply
  22. adearin said: sang surya itu judul lagu back soundnya Sang pencerah itu…..Gini nih….Sang surya, telah bersinarsyahadat dua melingkarwarna yg hijau berserimembuatku rela hatiya Allah tuhan robbikumuhammad junjungankual islam agamakumuhammadiyah gerakanku….:)

    ooo yang dinyanyiin rossa itu? itu semacam mars-nya Muhammadiyah?

    Reply
  23. yup…..tp blm lengkap itu mbk liriknya sy tulis, msh panjang….:))

    Reply
  24. adearin said: mas luqman, siapa kakeknya yg ulama muhammadiyah di medan? Sy 6 th skloh di muhammdiyah, medan….*salam kenal…..:))

    @ Mbak Adearin: Kakekku namanya Zainal Sutan Syachrir., udah meninggal tahun 80-an akhir, tinggal di Deblot Sundoro, Tebing Tinggi deket rel kereta api. Tahun 1965 kakekku pernah diculik PKI dan hampir dibunuh, Alhamdulillah masih hidup sampe aku lahir dan kalo dateng ke Jakarta, kakek pasti cerita-cerita tentang masa lalu, lantas ketemu temen-temennya di PP Muhammadiyah di Menteng Raya 62 sama kakek dari ibu yang meninggal tahun 80-an juga. Maap bukan promosi tulisan, aku pernah nulis juga tentang tokoh Muhammadiyah yang nggak pernah poligami sepanjang hidupnya, Alhmarhum Buya Hamka, orang besar dengan hati lapang…Salam kenal juga…

    Reply
  25. Baru 3 bintang ya dr Ayana? Udah pgn ntn sejak awal2 promonya, settingnya kental bgt kyknya… Tertarik!

    Reply
  26. 3,5 yan…🙂

    Reply
  27. ayanapunya said: 3,5 yan…🙂

    baca via hp cuma keliatan 3 tadi🙂

    Reply
  28. kemaren baru nonton ini juga🙂

    Reply
  29. mba tak share linknya yach🙂

    Reply
  30. nurinautami said: mba tak share linknya yach🙂

    silakan Nuri🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: