Nibiru dan Kesatria Atlantis


Judul buku : Nibiru dan Kesatria Atlantis
Pengarang : Tasaro GK
Jumlah halaman : 692
Tahun terbit : 2010
Penerbit : Tiga Serangkai

Dhaca Suli, mendapat “mimpi” aneh. Dia didatangi oleh sebentuk makhluk. Makhluk yang menguasai semua unsur alam. “Semua binatang buas tunduk kepadanya. Petir menggeledek mengikuti keinginannya, bumi gempa oleh perintahnya,” begitu kata Dhaca pada ayahnya. Sebagai tambahan, makhluk itu mengejar-ngejar Dhaca dalam “mimpinya.”

Sayangnya, ketika berusaha menceritakan mimpi itu kepada Wawap Suli, sang ayah malah menyuruh Dhaca untuk tidak mengungkit-ungkit soal makhluk itu dengan alasan yang tak masuk akal. Tak puas dengan jawaban sang ayah, Dhaca pun memutuskan menemui Bhupa Supu, seorang nenek tua yang selama bertahun-tahun memberinya banyak pengetahuan tentang dunia di luar Kedhalu. Melalui lembar-lembar kayu milik Bhupa Supu-lah, Dhaca mengetahui tentang keberadaan benua-benua besar, dan tentunya tentang Nibiru, sosok begitu ditakuti kemunculannya dan muncul dalam kurun waktu 5013 tahun sekali.

Dhaca Suli merupakan seorang anak laki-laki yang tinggal di bagian selatan negeri Kedhalu. Usianya 11 tahun dengan ciri khas rambut belakang yang dikepang khusus seperti bentuk ekor anak sapi. Seperti anak-anak Kedhalu lainnya, Dhaca dikarunai pughaba, -tradisi oleh tubuh orang Kedhalu yang bisa mendatangkan kekuatan tanpa batas. Dalam hal ini pughaba yang dimiliki Dhaca adalah pughaba nyamal, yang dapat menguasai unsur alam. Namun sifat malas Dhaca membuatnya tak pernah naik tingkat di Bhepomany, sekolah bagi anak-anak Kedhalu. Sifat malas yang untungnya diiringi dengan rasa ingin tahunya yang besar, yang pada akhirnya menjadikannya bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kemampuan pughaba-nya.

Layaknya buku-buku petualangan lainnya, Dhaca Suli tak sendiri dalam perjalannya. Ada 3 orang sahabat yang setia menemaninya. Sothap Bhepami yang berkarakter tenanng, Nyithal Sadeth yang meledak-ledak, dan Muwu Thedhmamu, si anak bawang. Empat sahabat ini menyebut diri mereka sebagai Empat Keparat Kecil, dengan Dhaca sebagai pemimpinnya.

Petualangan Dhaca sendiri baru dimulai ketika sang ayah diculik oleh Jubah Sihir, tepat setelah Dhaca memperoleh 2 benda pusaka dari ayahnya, Pedhib sakti dan Sabuk Lunez. Sebenarnya yang diincar oleh jubah sihir adalah Dhaca, namun karena pertolongan ketiga sahabatnya, Dhaca berhasil diselamatkan dan sebagai gantinya Jubah Sihir menculik sang ayah.

Merasa keselamatannya terancam, Dhaca meminta perlindungan kepada Pethunya, pemimpin Kedhalu. Agak di luar kebiasaan memang, seorang anak selatan yang biasanya diremehkan meminta perlindungan kepada pemimpin negara. Namun dengan alasan yang diberikannya Dhaca berhasil meyakinkan Pethunya, yang kemudian menyerahkan perlindungan Dhaca kepada Thalkay Lumiya dan petualangan pun dimulai.

***

Awal mulanya, saya tidak terlalu tertarik untuk membeli buku terbaru Tasaro ini. Tentunya bukan karena saya meragukan kualitas sang penulis, namun lebih kepada genre yang dipilih buku ini, anak-anak. Namun pada akhirnya rasa penasaran mengalahkan pertahanan saya, maka tak perlu waktu lama, pertengahan Desember lalu novel Nibiru sudah berada di tangan saya.

Jujur, sulit sekali untuk tidak membandingkan novel Nibiru ini dengan Harry Potter dan Lord of the Ring. Mulai dari tampilan buku yang mirip, Pughaba yang mirip-mirip sihir ala Harry Potter, Bephomany yang mirip Hogwarts, karakter beberapa guru Bephomany yang kadang mengingatkan saya pada guru-guru Hogwarts, hingga istilah Persekutuan Raja-raja dan beberapa istilah lain yang mau tak mau membuat saya teringat pada Frodo dan teman-temannya.

Selain itu, penggunaan istilah yang benar-benar baru cukup menyulitkan saya dalam menyelesaikan buku ini. Menggunakan setting Kedhalu, negeri antah berantah dengan bahasa yang asing dan nama yang tidak umum jelas memerlukan konsentrasi yang lebih dalam mengingatnya, terutama untuk saya. Tak jarang saya harus kembali membolak-balik halaman yang sudah saya lewati hanya untuk mengingat kembali arti dari istilah yang digunakan. Dan karena buku ini rencananya merupakan rangkaian dari beberapa seri, maka sebagai buku pertama kita akan menemukan banyak penjelasan tentang negeri Kedhalu dan pernak-pernik di dalamnya.

Untungnya beberapa hambatan itu diimbangi dengan jalan cerita yang menurut saya luar biasa, serta karakter tokoh yang kuat. Terutama ketika sudah mulai memasuki pertengahan cerita. Kejutan demi kejutan muncul di luar dugaan saya. Misteri asal usul Dhaca mulai yang terkuak lapis demi lapis, “rencana besar” Dhaca yang berujung pada pencarian penerus Raja Saternatez, hingga misteri kemunculan Nibiru. Sungguh Tasaro sangat pintar menjaga ritme cerita hingga membuat saya tetap betah membaca lembar-demi lembar dari 690 halaman novel ini. Dan pada akhir halaman saya akhirnya mengetahui alasan pemilihan Nibiru sebagai judul buku.

Akhir kata, sebagai Buku Aksi Fantasi Atlantis Pertama di Indonesia, buku ini sangat layak diacungi jempol. Salut untuk Tasaro.

Previous Post
Leave a comment

17 Comments

  1. waw.. sudah dibaca..untunge sy blm baca harpot. dan blm nonton jg. kalo LOTR sdh bc dua seri awalnya

    Reply
  2. mylathief said: waw.. sudah dibaca..untunge sy blm baca harpot. dan blm nonton jg. kalo LOTR sdh bc dua seri awalnya

    baru tamat kemarin…iya perpaduan harpot dan lotr. tapi tetap keren. indonesia punya soalnya🙂

    Reply
  3. Novelq kpn direview mbk?penasaran bku ini tp stok bcan msh bnyk😀

    Reply
  4. ivoniezahra said: Novelq kpn direview mbk?penasaran bku ini tp stok bcan msh bnyk😀

    huaaa..ada yang nagih. belum sempat von. banyak banget antrian buku nih. moga dalam waktu dekat ya..

    Reply
  5. ya,endingnya memang mengejutkan..

    Reply
  6. fitrinurhati said: ya,endingnya memang mengejutkan..

    banyak sekali kejutannya…hehe

    Reply
  7. sudah baca kah pian ka??? wah..pada ramee baca Nibiru ya…

    Reply
  8. faturkatupat30 said: sudah baca kah pian ka??? wah..pada ramee baca Nibiru ya…

    sudah. baru kemarin tamatnya. mumpung masih ingat langsung diulah reviewnya. hehe

    Reply
  9. sip. Ditunggu mbk..:)

    Reply
  10. sip. Ditunggu mbk..:)

    Reply
  11. Sayangnya, saya masih belum betah baca fiksi fantasi. Hehehe…

    Reply
  12. lafatah said: Sayangnya, saya masih belum betah baca fiksi fantasi. Hehehe…

    berarti harpot belum baca ya?

    Reply
  13. cuma baca yang buku pertama, itu pun nggak kelar.alasannya sih…karena bukunya duluan ditarik sama teman yang minjemin.seterusnya jadi nggak minat. hehehe…tapi, nggak ada salahnya dicoba lagi nanti.:)

    Reply
  14. lafatah said: cuma baca yang buku pertama, itu pun nggak kelar.alasannya sih…karena bukunya duluan ditarik sama teman yang minjemin.seterusnya jadi nggak minat. hehehe…tapi, nggak ada salahnya dicoba lagi nanti.:)

    kalo baca nibiru sebelum baca harpot kayaknya bagus deh. jadi ga kebayang2 harpot pas baca nibiru. hehehe

    Reply
  15. Oh, gitu ya, Mbak?Okay deh…Matur nuwun ya atas rekomendasinya.Kabetulan dua hari yang lalu mampir ke Togamas Petra Surabaya. Nibiru sudah nangkring dengan cantik di rak buku baru :))

    Reply
  16. baru baca mba ^^, diliatin orang2 diangkot karena bawa buku setebel ituhh wkwkwkwk

    Reply
  17. te3we3 said: baru baca mba ^^, diliatin orang2 diangkot karena bawa buku setebel ituhh wkwkwkwk

    wkwkwk…trus gambarnya juga kartun kan ya😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: