Jaane Tu..Ya Jaane Na


Tema persahabatan antar lawan jenis yang dibumbui adanya cinta tentu bukanlah hal yang baru lagi. Entah ada berapa puluh judul film yang mengangkat ide tersebut, lalu meramunya dengan cara berbeda. Ada yang berakhir dengan happy ending tanpa konflik berarti. Ada juga yang harus nunggu bertahun-tahun baru bisa bersatu. Dan ada juga yang harus berbesar hati menerima nasib kalau mereka tidak berjodoh.

Jaane Tu Ya Jaane Na, merupakan satu diantara film dengan tema “pasaran” tersebut. Bercerita tentang persahabatan antara Jai Singh Rathore (Rats) dan Aditi Wadia (Meoww) yang disalahartikan oleh orang-orang di sekitarnya. Bahkan kedua orang tua Aditi berencana menikahkan keduanya setelah kelulusan mereka dari kampusnya. Rencana yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh mereka berdua.

Akhirnya untuk membuktikan kalau hubungan mereka tak lebih dari persahabatan, Jai dan Aditi membuat sebuah kesepakatan. Masing-masing dari mereka akan mencarikan pasangan untuk yang lainnya. Aditi akan memilihkan seorang perempuan yang lemah lembut dan feminin untuk Jai. Sebaliknya Jai akan memilihkan seorang laki-laki yang gagah dan tidak pengecut untuk Aditi. (Jai adalah orang yang selalu menghindari kekerasan, sehingga sering dikatai pengecut oleh Aditi).

Untuk merealisisaikan rencana tersebut, bersama empat sahabat lainnya, Aditi dan Jai datang ke sebuah klub. Disana Jai bertemu dengan Meghna, seorang gadis yang langsung membuat Jai terpesona sejak pandangan pertama.

Di lain pihak, Aditi juga bertemu dengan Sushant, putra dari seorang kolega ayahnya. Tanpa menunggu waktu lama, dia dan Sushant memutuskan untuk bertunangan. Di titik inilah masing-masing dari mereka mulai menyadari kalau hubungan antara mereka lebih dari sekadar persahabatan. Dan seperti yang bisa kita tebak, Jai dan Aditi pada akhirnya bersatu.

Yang saya suka dari film ini, meskipun idenya umum dan endingnya sangat mudah ditebak, namun film ini berhasil memberikan nuansa lain dari film-film india sejenis yang pernah saya tonton. Singkat kata, film ini berhasil melewati stereotipe “lebay” seperti yang umumnya terjadi pada film India. Tidak ada adegan menyanyi di tengah hujan, atau nangis-nangis Bombay. Persahabatan yang ditawarkan, serta dialog yang diberikan juga terkesan natural dan cerdas. Penyisipan unsur tradisi klan Rathore juga sukses menambah cantik film ini.

Genelia, si pemeran Aditi disini cantik banget kalo untuk ukuran mata saya. Lalu Imran Khan, he’s definetly Aamir Khan’s nephew. Dari wajah sampai gayanya benar-benar mirip. Dan, yup. Ini lagi-lagi adalah film dari Aamir Khan yang patut diapresiasi.

Next Post
Leave a comment

17 Comments

  1. Sepertinya film india sudah mulai dewasa dan berusaha menghindari kebosanan penonton terutama penonton non-India.Dan gw liat, India sudah mencoba “go-International” dengan karya2 filmnya.Bbrp kali masuk nominasi oscar di kategori best foreign, dan juga berhasil menembus chart box office di Inggris dan bbrp negara eropa/asia lainnya. Berarti promosinya gencar tuh!Satu langkah yg hrs ditiru oleh sineas kita dan perlu dukungan pemerintah!Makanya film2 skrg sudah mulai ber”standar” internasional. Lagunya mulai dikurangi dan sudah mulai melirik efek visual khas hollywood!*eh kek ngeblog gw*

    Reply
  2. anchaanwar said: melirik efek visual khas hollywood!

    Yang belum bisa ditiru Indonesia…

    Reply
  3. gak ada polisi kek inspektur vijay mbak?

    Reply
  4. ampih kah ka korea? jd ke India

    Reply
  5. wah saya belum nonton yang ini..

    Reply
  6. jadi pengen nonton ni mb.Dani🙂

    Reply
  7. anchaanwar said: Sepertinya film india sudah mulai dewasa dan berusaha menghindari kebosanan penonton terutama penonton non-India.Dan gw liat, India sudah mencoba “go-International” dengan karya2 filmnya.Bbrp kali masuk nominasi oscar di kategori best foreign, dan juga berhasil menembus chart box office di Inggris dan bbrp negara eropa/asia lainnya. Berarti promosinya gencar tuh!Satu langkah yg hrs ditiru oleh sineas kita dan perlu dukungan pemerintah!Makanya film2 skrg sudah mulai ber”standar” internasional. Lagunya mulai dikurangi dan sudah mulai melirik efek visual khas hollywood!*eh kek ngeblog gw*

    betul bangetttt….pembuat film di india sekarang kyknya emang udah mulai mengurangi porsi lagu dan tarian dalam tiap filmnya…

    Reply
  8. emokidonlastevening said: gak ada polisi kek inspektur vijay mbak?

    kayaknya sosok polisi ga bisa dipisahkan ya dari film india..hehehe

    Reply
  9. @budi : aku sebelum ketuju korea dan ketuju india duluan, bud..

    Reply
  10. friewan said: wah saya belum nonton yang ini..

    wah suka nonton film india juga?

    Reply
  11. zaffara said: jadi pengen nonton ni mb.Dani🙂

    mba…saya mba Yana, bukan mba Dani😀

    Reply
  12. ayanapunya said: wah suka nonton film india juga?

    awalnya gak suka..eh pas iseng nonton ternyata menyentuh…paling berkesan dengan ghajini dan rabne bana dijodi

    Reply
  13. waa lawasny kd nntn pilem india. Trakhr 3 idiot.

    Reply
  14. friewan said: awalnya gak suka..eh pas iseng nonton ternyata menyentuh…paling berkesan dengan ghajini dan rabne bana dijodi

    saya yang rabne itu udah nonton juga. kalo yang ghajini cuma sempat 1/2 film🙂

    Reply
  15. na1803 said: waa lawasny kd nntn pilem india. Trakhr 3 idiot.

    aku jua hnyr2 ja nonton film india lagi, Na🙂

    Reply
  16. Jadi pengen nontooon 🙂

    Reply
  17. yuniezalabella said: Jadi pengen nontooon 🙂

    hihihi…mba yuni suka film india juga?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: