Sketsa


Sketsa bercerita tentang Katarina (Katrin), seorang arsitek yang salah satu desain rancangannya dicuri dan dibangun tanpa sepengetahuannya. Tidak terima dengan hal tersebut, Katrin memutuskan berhenti dari kantornya yang lama dan melamar pekerjaan di PT. Semesta Sentosa, perusahaan yang membangun desain miliknya. Di sana ia bertemu dengan Edwin -salah seorang petinggi perusahaan tersebut- dan secara tiba-tiba merasa kalau Edwin adalah belahan jiwa yang ia cari selama ini. Tentunya hal itu bukan masalah jikalau Katrin adalah seorang wanita lajang. Nyatanya, Katrin ternyata sudah tak sendiri lagi. Dia sudah menikah dengan Andri, salah seorang kawan kuliahnya. Di lain pihak, Edwin juga ternyata sudah bertunangan dengan Meisya. Meski sadar pernikahannya tidak berjalan dengan baik, namun tetap saja Katrin tak bisa begitu saja menurutkan perasaannya. Dan di saat memutuskan untuk memperjuangkan pernikahannya, tanpa diduga jalan seolah terbuka untuknya.

***

Membaca novel ketiga Ari Nur ini, mau tak mau membuat saya teringat pada novel pertamanya yang juga berlatar arsitektur, Diorama Sepasang Al Banna. Pengennya sih saya membandingkan antara dua novel ini. Tapi karena Diorama Sepasang Al Banna saya baca sekitar 5 tahun yang lalu, plus saya tak punya copy-nya, maka gagallah rencana saya tersebut.

Alasan saya ingin membandingkan antara kedua novel tersebut tak lain karena banyaknya pertanyaan yang muncul di benak saya selama membaca novel Sketsa ini. Mulai dari gaya penulisan yang dipilih, hingga dialog yang digunakan.

Meski harus saya akui Ari Nur cukup pintar dalam memainkan plot dalam ceritanya. Namun entah mengapa saya merasa tetap merasa kurang puas ketika membaca novel ini. Karakter dan penggambaran fisik yang tak jelas serta dialog-dialog antara Edwin dan Katrin yang terkesan kaku mungkin faktor utama dari ketidaknyamanan tersebut.

Bicara soal penggambaran fisik yang tak jelas, bisa dibilang ini adalah catatan terbesar saya terhadap novel ini. Bayangkan saya membaca buku nyari setebal lima ratus halaman tanpa tahu berapa umur si tokoh, bagaimana wajahnya, proporsi tubuhnya, dan semua hal yang bisa membantu saya untuk membangun imajinasi dalam otak saya tentang seorang Katrin.

I feel blind.

Previous Post
Leave a comment

11 Comments

  1. li…lima ratus????? kok di foto kayaknya tipis gitu, Mbak???aish..novel yang kayak gini yang menyebalkan. Maunya dengan cerdas mencoba menggambarkan sang tokoh dalam plot, tapi malah kelupaan poin-poin pentingnya :D*btw, covernya unik tuh*

    Reply
  2. darnia said: li…lima ratus????? kok di foto kayaknya tipis gitu, Mbak???aish..novel yang kayak gini yang menyebalkan. Maunya dengan cerdas mencoba menggambarkan sang tokoh dalam plot, tapi malah kelupaan poin-poin pentingnya :D*btw, covernya unik tuh*

    pengaruh angle fotonya tuh, dan. mau masukin di GR tapi masih belum ada nih novelnya.aku ya selama baca ngomel-ngomel gitu deh. tokohnya tak berwajah😀

    Reply
  3. Ehmmm…..cover bukunya terlalu polos ya…ga ada gambar-gambarnya….hihihi……

    Reply
  4. kalo diorama, bisa dengan mudah ngebayangin yaa

    Reply
  5. Kalo umur aq mbayangin dr sejarah dia; lulus, kerja, sdh berumah tangga sekian tahun

    Reply
  6. mylathief said: Kalo umur aq mbayangin dr sejarah dia; lulus, kerja, sdh berumah tangga sekian tahun

    sama🙂

    Reply
  7. huwaaaa…. itu covernya hasil jepretan ulun. Ga bagus banget :p

    Reply
  8. redchrysant said: Ehmmm…..cover bukunya terlalu polos ya…ga ada gambar-gambarnya….hihihi……

    iya, dil. kayak buku tulis😀

    Reply
  9. dysisphiel said: kalo diorama, bisa dengan mudah ngebayangin yaa

    nah, masalahnya saya udah lupa gimana gaya berceritanya diorama. jadi ga bisa ngebandingin😀

    Reply
  10. mylathief said: Kalo umur aq mbayangin dr sejarah dia; lulus, kerja, sdh berumah tangga sekian tahun

    akhir dua puluh? pertengahan tiga puluh?kayaknya soal fisik ini memang hal penting buat saya kalo baca buku. dan setelah dipikir-pikir. kayanya cover yang terlalu minimalis itu juga berpengaruh sama daya imajinasi saya😀

    Reply
  11. yant165 said: huwaaaa…. itu covernya hasil jepretan ulun. Ga bagus banget :p

    hehehehe…kd minta ijin pulang nah minjam gambarnya😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: