Antologi Rasa


Antologi Rasa bercerita tentang jalinan cinta yang rumit antara ketiga tokoh utamanya, Keara, Haris, dan Rully. Keara, seorang bankir sukses yang diam-diam memendam perasaan kepada Rully -salah satu rekan kerja yang juga sahabatnya- selama bertahun-tahun. Rully sendiri pada kenyataannya tak pernah memandang Keara sebagai wanita yang bisa dicintai, dan dengan setia memantapkan hatinya untuk mencintai Denise -sahabat mereka yang lain- yang sebenarnya sudah menikah. Adapun Harris, dengan suka rela menjadi bayang-bayang Keara demi menunjukkan rasa cintanya yang (katanya) begitu besar kepada sahabatnya tersebut.

Awalnya masalah yang dihadapi Keara hanyalah bagaimana caranya dirinya bisa mengenyahkan Rully dari pikirannya. Namun masalah menjadi bertambah rumit setelah “kecelakaan” yang terjadi antara dirinya dan Harris saat mereka berdua bertolak ke Singapura untuk menyaksikan balapan Formula 1. Dalam waktu semalam, persahabatan yang terjalin selama bertahun-tahun rusak seketika. Keara pun meninggalkan Singapura dengan kebencian yang mendalam pada Harris. Sekembalinya ke Indonesia, Keara bertemu dengan Panji, saudara ipar dari sahabatnya. Keara pun kemudian menjalani sebuah “unnamed relationship” bersama Panji. Apakah dengan cara tersebut Keara berhasil melepaskan Rully yang selama 4 tahun menguasai pikirannya? Lalu bagaimana dengan Harris yang juga tak kenal menyerah dalam usaha memperbaiki persahabatan mereka?

Dengan menggunakan teknik bercerita tiga sudut, Ika Natassa berusaha mengajak pembacanya menyelami pikiran ketiga tokoh utamanya. Konflik yang diberikan cukup menarik, meski di beberapa bagian terasa membosankan. Selain itu harus saya akui, saya tak pernah suka dengan karakter perempuan seperti Keara yang egois dan hedonis (ciri khas tokoh Ika Natassa), sehingga cukup mempengaruhi mood saya dalam membaca. Tokoh Denise yang disebut-sebut sebagai orang keempat dalam persahabatan quartet mereka juga kurang diberi ruang cerita. Padahal menurut saya keberadaannya cukup penting sebagai penghalang Keara dalam mencintai Rully. Satu quote yang saya suka dari novel ini berbunyi, “in the end, you just gotta use your happines” yang diucapkan oleh Dinda, sahabat Keara.

Terakhir, semoga di masa mendatang Ika Natassa bisa lebih mengeksplorasi tokoh-tokohnya sehingga tidak melulu berkecimpung di dunia perbankan dan memiliki karakter yang sedikit lebih mengasyikkan dari yang selalu ia gunakan.

Leave a comment

20 Comments

  1. “You choose your happines”like this mbak yan

    Reply
  2. cinderellazty said: “You choose your happines”like this mbak yan

    sama..aku juga suka #semoga nggak salah quote

    Reply
  3. oh ini buku antologinya jeng ika keberapa ya?

    Reply
  4. tintin1868 said: oh ini buku antologinya jeng ika keberapa ya?

    waa..itu cuma judulnya aja mba yang antologi rasa. soalnya ini kan novel :Dkalau setahu saya sih ini novel ketiganya Ika Natassa

    Reply
  5. oh udah tiga bukunya, pantesan kayak pernah dengar namanya.

    Reply
  6. Wih, cuma 2 bintang?*lalu baru baca review-nya*

    Reply
  7. Aku tadi bacanya Kera.😄

    Reply
  8. nawhi said: oh udah tiga bukunya, pantesan kayak pernah dengar namanya.

    novel-novelnya sering jadi novel pilihan di cosmopolitan

    Reply
  9. malambulanbiru said: Wih, cuma 2 bintang?*lalu baru baca review-nya*

    aku nggak suka tokohnya, des. egois dan hedonis. dan ini novel ketiga Ika Natassa yang kubaca. semua tipe tokohnya begitu

    Reply
  10. malambulanbiru said: Aku tadi bacanya Kera.😄

    wkwkwkwk…

    Reply
  11. ayanapunya said: novel-novelnya sering jadi novel pilihan di cosmopolitan

    wah hebat, apa karena tokoh2 utamanya kebanyakan wanita karier dan modern ya? *sotoy*

    Reply
  12. nawhi said: wah hebat, apa karena tokoh2 utamanya kebanyakan wanita karier dan modern ya? *sotoy*

    kalau sepanjang yang kubaca sih gitu, mas ihwan. wanita karier dengan barang-barang serba branded dan kehidupan ala cosmopolitan. aku pribadi sih nggak terlalu menggemari novel-novelnya.#nggak suka tapi kok pinjam ya? ;d

    Reply
  13. jarang online sekarang jeng ika ya..

    Reply
  14. tintin1868 said: jarang online sekarang jeng ika ya..

    wah kenal sama mba ika ya, mba?

    Reply
  15. handak mbaca ka, tapi kd handak nukar. hehehe…

    Reply
  16. Kendati karakter tokohnya nggak mbak suka, tapi tetap ya baca bukunya🙂

    Reply
  17. yant165 said: handak mbaca ka, tapi kd handak nukar. hehehe…

    memang bukan buku yang harus dibeli, yan🙂

    Reply
  18. lafatah said: Kendati karakter tokohnya nggak mbak suka, tapi tetap ya baca bukunya🙂

    iya, tah. buku yang sebelumnya (divortiare) juga gitu. tokoh utamanya nyebelin tapi tetap kuhabisin mbacanya😀

    Reply
  19. ayanapunya said: memang bukan buku yang harus dibeli, yan🙂

    ulun suka kata2 pian itu ka. Berapa kali curhat lawan ka Fitri soal handak nukar buku, ka Fitri rancak madahi ky itu jua. Jadi kada jadi nukar. hihihihi…..

    Reply
  20. yant165 said: ulun suka kata2 pian itu ka. Berapa kali curhat lawan ka Fitri soal handak nukar buku, ka Fitri rancak madahi ky itu jua. Jadi kada jadi nukar. hihihihi…..

    hehehe…aku klo buku sebangsa metropop atau chicklit mending nyewa aja. kecuali yang benar-benar kusuka🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: