Muhammad 2 : Para Pengeja Hujan


Melannjutkan kisah sebelumnya, kali ini perjalanan Kashva seolah mulai berbelok dari tujuan utamanya. Hilangnya Xerxes mau tak mau membuat Kashva menunda keinginannya bertemu Elyas di Suriah. Bersama Bikshu Tashidelek dan Vashkur, Kashva akhirnya terdampar di dataran tinggi Tibet, mencari jejak Buddha Maitreya sekaligus berusaha menemukan Xerxes.

Sementara di Persia, perebutan kekuasaan seolah tak pernah berhenti. Mangkatnya Khosrou II di tangan putranya sendiri menimbulkan pertumpahan darah yang tak kunjung berakhir. Adalah Putri Azarmi, putri bungsu Khosrou yang berusaha menghentikan perebutan kekuasaan tersebut. Dengan meminta bantuan Atusa, seorang arsitek yang sedang namanya sedang berkibar di Persia, Arzami berniat menghidupkan kembali Atanatoi, sebuah pasukan yang melegenda di Persia. Usaha “menghidupkan” kembali Atanatoi berhasil, namun sayangnya itu tetap tak cukup untuk mengakhiri pertumpahan darah di Persia.

Kashva sendiri memutuskan untuk kembali ke Persia setelah mendapatkan petunjuk dalam perjalanannya di pegunungan Tibet. Perjalanan pulang yang tak bisa dibilang mulus karena Kashva harus kehilangan kotak kayu berharganya serta harus tertangkap saat tiba di Madain, ibukota Persia.

Secara umum, Para Pengeja Hujan ini cukup berhasil menuntaskan rasa penasaran saya akan perjalanan Kashva yang terpenggal di buku sebelumnya. Yah, meski di akhir cerita saya harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Kashva ternyata tak “sewaras” yang dia pikirkan. Namun mengingat buku ini rencananya berbentuk trilogi, maka tentunya akan masih ada kisah lain dari Kashva yang tak mungkin kita lewatkan. Entah itu kelanjutan perjalanan Kashva atau penjelasan dari kondisinya. Dan entah kenapa selama membaca buku ini saya berpikir mungkin seharusnya cerita Kashva ini disatukan dalam sebuah buku tunggal, sehingga lebih nyaman dalam membacanya.

Tentang kisah Rasulullah sendiri, pada buku kedua ini kisah kehidupan Rasulullah lebih difokuskan pada sirah setelah penaklukan Mekkah, ditambah sedikit kisah kekhalifahan pertama sepeninggal Rasulullah. Perasaan kurang nyaman hinggap di kepala saya ketika membaca bab diangkatnya Abu Bakar menjadi khalifah, terutama seputar perselisihan antara Khalifah Abu Bakar dengan putri kesayangan Rasulullah, Fatimah.

Hal ini mungkin dirasakan juga oleh pembaca lainnya, seperti yang saya baca di beberapa resensi. Namun jika melihat daftar referensi yang digunakan, rasanya tak pantas jika saya mempertanyakan usaha Penulis dalam menyusuri jejak sejarah ini, terutama jika pembacanya tak memiliki referensi yang lebih baik. Saya hanya berharap sepenggal kisah pilu tersebut tidak merubah pandangan kita baik terhadap Abu Bakar maupun kepada Fatimah.

Dalam buku ini dikisahkan juga bagaimana upaya Khalifah Abu Bakar dalam memenangkan hati umat yang meragukan kepemimpinan beliau. Menjadi pemimpin langsung dalam beberapa peperangan melawan eks-muslim yang murtad sepeninggal Rasul, hingga mengirimkan utusan-utusan untuk menyebarkan Islam ke berbagai penjuru. Khalid bin Walid dikirim ke Persia, Abu Ubaidah dikirim ke Romawi, kemenangan demi kemenangan pun dicapai.

Sayangnya di tengah kemenangan tersebut terselip berita duka. Di Madinah, Khalifah Abu Bakar sakit parah. Tahu kalau waktunya sudah tak lama lagi, Khalifah Abu Bakar menunjuk Umar bin Khattab sebagai penggantinya. Pengangkatan Umar sebagai khalifah menjadi penutup dari buku kedua dari trilogi Muhammad ini. Bagaimanakah Umar menjalankan amanah berat tersebut?

Leave a comment

18 Comments

  1. Belum s4 baca euy :(Kadang2 sy khawatir baca buku2 seperti ini.Takut ada ‘muatan’ lain.If u know what i mean

    Reply
  2. anchaanwar said: Belum s4 baca euy :(Kadang2 sy khawatir baca buku2 seperti ini.Takut ada ‘muatan’ lain.If u know what i mean

    iya. baca buku model begini harusnya kita dibekali dengan referensi yang cukup. sehingga tidak menelan mentah-mentah apa yang tertulis di sana. seperti yang saya tulis tentang perselisihan antara khalifah abu bakar dengan fatimah di atas🙂

    Reply
  3. wow makasih banyak mbak… reviewnya membantu banget.dulu aku baca review yg pertama dari temen… kurang begitu diceritakan alurnya jadi aku juga gak gitu dapet gambaran soal buku pertama itu :))kayaknya berat, mengingat banyak tokoh dan sejarah peradaban Islam yg aku dapat juga gak begitu mendalam. Tapi layak coba untuk dibaca sih … *plinplan

    Reply
  4. puritama said: wow makasih banyak mbak… reviewnya membantu banget.dulu aku baca review yg pertama dari temen… kurang begitu diceritakan alurnya jadi aku juga gak gitu dapet gambaran soal buku pertama itu :))kayaknya berat, mengingat banyak tokoh dan sejarah peradaban Islam yg aku dapat juga gak begitu mendalam. Tapi layak coba untuk dibaca sih … *plinplan

    buku pertama belum baca, ver? kalau begitu mesti baca yang pertama dulu..hehekalau menurutku nggak terlalu rumit kok untuk mendalami kisahnya. secara nama-nama yang ada rata-rata sahabat rasulullah yang insya allah sudah cukup kita “kenal” namanya. kalaupun belum kenal, ya lewat buku ini kita jadi berkenalan :Dtentang kashva, di buku ini sih ribetnya menghafal nama-nama khosrou yang begitu cepat berganti😀

    Reply
  5. belum…dulu pengeeen banget beli… *kemakan promo yg gencar dari bang tasaro :))tapi lama-lama kok jadi gak begitu minat, liat tebelnya… tulisannya juga… *nyerah sebelum perangntar deh kalo dapet pinjeman😀

    Reply
  6. Buku satunya masih apik bersampul hahahhahaT^T

    Reply
  7. puritama said: belum…dulu pengeeen banget beli… *kemakan promo yg gencar dari bang tasaro :))tapi lama-lama kok jadi gak begitu minat, liat tebelnya… tulisannya juga… *nyerah sebelum perangntar deh kalo dapet pinjeman😀

    aku buku ini juga baru kebaca setelah 6 bulan beli, ver. hihihi

    Reply
  8. darnia said: Buku satunya masih apik bersampul hahahhahaT^T

    jiaaahhhh…bisa dijadiin bantal tuh, dan😛

    Reply
  9. nah, sepakat ulun lawan pian ka… kayakna bagusnya tuh yg tentang Kashva di buku terpisah. Jadi lebih nyaman.Belum sempat mereview nah.. pas ulun bakisah lawan abah ulun ttg buku ini, jar sidin kada usah lagi mbaca buku2 ky ini. hehe…

    Reply
  10. Nah, knp yan jd kd usah lg jar abah km?

    Reply
  11. itu pang ka, klo jd menyesatkan jar sidin. Bila handak tahu kisah Nabi, jar sidin umpati pengajian Tuan Guru2 ja atau baca kitab2 yang jelas asal usulnya jar. :DUlun pas googling referensi dari buku ini.. memang sumber referensinya mengarah ke pertikaian antara Abu Bakar dan Fathimah. Sayang banar.. padahal gaya menulisnya tasaro bagus banar.

    Reply
  12. Aku mlm td sambil googling jw, yan.tp kd dpt isi bukunya.hehe

    Reply
  13. Ah, jadi penasaran mau beli buku ini gara2 resensinya Yana, meski sebagian kisah sudah sangat akrab denganku sejak di pesantren dulu🙂

    Reply
  14. imazahra said: Ah, jadi penasaran mau beli buku ini gara2 resensinya Yana, meski sebagian kisah sudah sangat akrab denganku sejak di pesantren dulu🙂

    wah asik berhasil membuat ka ima tertarik buat baca buku ini. lagian ka, pian kan belum tahu kisah kashva :Deh berarti kisah perselisihan fatimah dengan abu bakar itu pian tau juga dong😉

    Reply
  15. Hehehe, hanyar tahu sedikit ja di buku pertamanya –yg belum tuntas kubaca :-p

    Reply
  16. aku lagi baca buku yang pertama dan pengen cepet namat-in buku yang ke dua😀,,, dibilang punya referensi sih juga ga terlalu,, ada beberapa kejadian dan beberapa dialog yang sempet bikin bertanya2 juga, “ini dapet dari mana ya referensinya???”. dan dulu sempet berenti juga baca buku ini karna ada orang yang sempet mengkritik ke saya yang bilang dan meminta saya untuk lebih hati2 lagi memilih buku,,, berfikir dan mencoba untuk meyakinkan diri untuk tidak menelan bulet2 info yang ada… :Dsejauh ini memang tulisan tasaro GK bagus, tapi harusnya referensinya di jelaskan juga kali yaa…

    Reply
  17. wytachandra said: aku lagi baca buku yang pertama dan pengen cepet namat-in buku yang ke dua😀,,, dibilang punya referensi sih juga ga terlalu,, ada beberapa kejadian dan beberapa dialog yang sempet bikin bertanya2 juga, “ini dapet dari mana ya referensinya???”. dan dulu sempet berenti juga baca buku ini karna ada orang yang sempet mengkritik ke saya yang bilang dan meminta saya untuk lebih hati2 lagi memilih buku,,, berfikir dan mencoba untuk meyakinkan diri untuk tidak menelan bulet2 info yang ada… :Dsejauh ini memang tulisan tasaro GK bagus, tapi harusnya referensinya di jelaskan juga kali yaa…

    klo di buku kedua ini ada sih daftar referensinya di bagian belakang buku🙂

    Reply
  1. Yang terbaca di 2012 | SAVING MY MEMORIES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: