Pukul Sebelas Malam


“Hidup sebenarnya hanyalah perkara kehilangan”

Begitulah potongan dialog dari cerpen Pukul Sebelas Malam, cerpen pertama dari kumpulan cerpen berjudul sama. Potongan dialog yang kalau boleh saya bilang menjadi ruh tersendiri bagi keseluruhan isi dari kumcer ini.

Pukul Sebelas Malam merupakan kumpulan cerpen pertama yang diterbitkan secara indie oleh Desi Puspitasari. Ada sebelas cerita dalam kumpulan cerpen ini. Tiga diantaranya sudah pernah dimuat di media cetak nasional, yakni Heute Herbst, La Vie, dan CLOS E.

Bagi mereka yang sudah cukup sering membaca karya-karya Desi Puspitasari, tentunya mengetahui kalau penulis yang satu ini memiliki gaya yang berbeda dari penulis muda yang lain. Kesukaannya pada luar negeri, jazz dan kopi merupakan beberapa ciri yang bisa saya tangkap. Selain itu, ide cerita yang tak biasa juga menjadi salah satu keunggulan dari penulis.

Dalam La Vie misalnya, penulis bercerita tentang Ange, seorang gadis muda yang terinfeksi virus HIV sebagai akibat dari hubungannya dengan sang kekasih. Ia tinggal sendiri di sebuah rumah. Setiap hari Tristan -sang kakak- datang menjenguk dan membawakannya makan. Setiap hari itu pula Angelie berkata kepada kakaknya bahwa ia ingin mati.

Jika La Vie bercerita tentang seorang gadis muda yang ingin mati, maka Ma bercerita tentang kenangan seorang anak atas ibunya. Seorang ibu yang semasa ia kecil memaksanya untuk les piano. Awalnya sang anak mengikuti permintaan ibunya tersebut. Sampai kemudian ia menemukan kenyataan sebenarnya dari alasan sang ibu memintanya untuk les piano.

Di Pacarku Hilang, penulis membawa kita sedikit bermain-main di dunia khalayan. Seorang penulis yang kehilangan pacarnya, mungkin itu hal yang biasa. Namun jika kemudian ia ditemukan di kolong tempat tidurnya, lalu kemudian sang pacar bercerita bahwa ia terperangkap di kolong tempat tidur itu selama berhari-hari, dan sanggup menyelesaikan sebuah novel tentu bukan lagi hal yang biasa.

Lalu ada juga Light My Fire. Dalam cerpen yang merupakan penutup dari kumcer ini, penulis secara sukses memberikan sedikit sentilan dari cerita tentang ayah dan anak ini. Sentilan yang disampaikan tanpa nada menggurui, malah berhasil membawa kita tersenyum membacanya. Dan bisa dibilang Light My Fire merupakan salah satu cerita favorit saya di kumcer ini.

Membaca sebelas cerpen yang terkumpul pada Pukul Sebelas Malam, sukses membawa saya pada berbagai cerita kehidupan. Ada yang bercerita tentang kehilangan, kegetiran, hingga harapan. Cover yang didesain dengan sederhana juga dengan pas mewakili warna dari cerita-cerita dalam kumcer ini. Dan untuk sebuah buku yang diterbitkan secara indie, editing buku ini sangatlah rapi.

Salutt!!

Previous Post
Next Post
Leave a comment

48 Comments

  1. okeh…habis ini batja!!pokoknya batja!!:-* *makasih ending repiunya* — mabok pujian–😄

    Reply
  2. wah sama.. light my fire yang paling ku suka dari 11 cerpen itu..

    Reply
  3. darnia said: okeh…habis ini batja!!pokoknya batja!!:-* *makasih ending repiunya* — mabok pujian–😄

    kayaknya ini bakal jadi salah satu buku panduanku dalam menulis cerpen, Dan..heheayo, daniii..lanjutkan hobi menggambarmu🙂

    Reply
  4. Aku punya buku dari penulis ini. Judulnya “Kutemukan Engkau Dalam Setiap Tahajudku”.Tertarik beli karena lagi pengen baca novel islami dan di depannya ada tulisan best seller. Tapi biasa banget, kek sinetron di TV. Gaya bahasa dan jalan ceritanya juga ga kena buatku. #rindu novel islami yang bisa mencekat pembacanya#

    Reply
  5. hensamfamily said: Aku punya buku dari penulis ini. Judulnya “Kutemukan Engkau Dalam Setiap Tahajudku”.Tertarik beli karena lagi pengen baca novel islami dan di depannya ada tulisan best seller. Tapi biasa banget, kek sinetron di TV. Gaya bahasa dan jalan ceritanya juga ga kena buatku. #rindu novel islami yang bisa mencekat pembacanya#

    nah itu pas desi masih jaman-jaman menentukan genre tulisannya kali, mas. kalo yang sekarang saya bilang sih sudah matang. tulisannya sekarang lebih berat ketimbang tulisan pop biasa, tapi nggak bikin kening berkerut. itu kata saya lho, ya🙂

    Reply
  6. ayanapunya said: nah itu pas desi masih jaman-jaman menentukan genre tulisannya kali, mas.

    emang kenal sama penulisnya ya, Yan?

    Reply
  7. hensamfamily said: emang kenal sama penulisnya ya, Yan?

    kenal di MP sini juga. hehehe. id-nya malambulanbiru. kadang ngobrol via chat. dan yang pasti rajin baca postingannya. bahkan pengen banget bisa nulis kayak dia.#resmi jadi fans-nya desi

    Reply
  8. pengen baca…. ^__^ini yang kmrn km rekomendasiin cerpenny ya?

    Reply
  9. gitacinta said: pengen baca…. ^__^ini yang kmrn km rekomendasiin cerpenny ya?

    iya, ka. yang fragmen marlenka itu. kalo mau baca bisa pesan langsung ke penulisnya🙂

    Reply
  10. numpang batja boleh nggak?

    Reply
  11. ayanapunya said: id-nya malambulanbiru.

    huwaduuuu….ehhh, itu kan kontakmu ya? #jadi ndak enak#”maap ya malambulanbiru, saya ini ga bisa ngritik, cuma penikmat buku saja”

    Reply
  12. Di Gramed ada gaaaa??Udah bbrp kali baca review bukunya mbak Des yang ini. Jd pengen baca

    Reply
  13. ini Tante Desi yang Malam Bulan Biru itu ya😀

    Reply
  14. sumart74 said: numpang batja boleh nggak?

    klo mau baca bukunya, bisa pesan ke malambulanbiru🙂

    Reply
  15. hensamfamily said: huwaduuuu….ehhh, itu kan kontakmu ya? #jadi ndak enak#”maap ya malambulanbiru, saya ini ga bisa ngritik, cuma penikmat buku saja”

    iya, mas. ayo kenalan. hehehesoal novelnya itu, saya juga belum baca sebenarnya. cuma saya percaya untuk saat ini tulisan desi sudah lebih matang🙂

    Reply
  16. andiahzahroh said: Di Gramed ada gaaaa??Udah bbrp kali baca review bukunya mbak Des yang ini. Jd pengen baca

    belum ada, andiah. pesan langsung ke desi aja🙂

    Reply
  17. dhaimasrani said: ini Tante Desi yang Malam Bulan Biru itu ya😀

    yoi, bang tami🙂

    Reply
  18. ayanapunya said: iya, ka. yang fragmen marlenka itu. kalo mau baca bisa pesan langsung ke penulisnya🙂

    ooo gitu.. ntar masuk list dulu deh ^__^berapa harganya?

    Reply
  19. gitacinta said: ooo gitu.. ntar masuk list dulu deh ^__^berapa harganya?

    Harga buku Rp38.000,00 (belum termasuk ongkos kirim).

    Reply
  20. hensamfamily said: huwaduuuu….ehhh, itu kan kontakmu ya? #jadi ndak enak#”maap ya malambulanbiru, saya ini ga bisa ngritik, cuma penikmat buku saja”

    Hahaha. Gapapa, Mas. Ngritik juga gapapa. Aku ga galak (halah).Iya, Mas, novel pertama tahun 2oo6 itu jauh dari sempurna secara isi cerita dan cara penulisan. Tapi kalau cover dan tulisan best seller saya gak ikut-ikutan, itu bukan kerjaan saya. :pDan karena sadar saya kurang kuat di cerita Islami, maka saya banting stir fokus sinau dan nulis cerpen sastra. Huehehe ….Matur nuwun sudah membaca tulisan terpublikasikan pertama saya.🙂

    Reply
  21. malambulanbiru said: maka saya banting stir fokus sinau dan nulis cerpen sastra

    dari kemarin mau nanya ini, sinau apaan ya, des?😀

    Reply
  22. Yaan, tiqiu sangat ya! Nanti aku kembali ke sini untuk komen lagi. Sekarang lagi sibuk … jahit celana, hahaha.Tiqiuu!

    Reply
  23. Sinau = belajar (stensilan juga termasuk, haha *tonjok Dani*).

    Reply
  24. malambulanbiru said: Sinau = belajar (stensilan juga termasuk, haha *tonjok Dani*).

    heh! stensilan ituh next destinationmu XDNext book yah, Mbokdhe😀

    Reply
  25. darnia said: heh! stensilan ituh next destinationmu XDNext book yah, Mbokdhe😀

    stensilan itu nama mesin cetaknya kaaann?😀

    Reply
  26. ayanapunya said: stensilan itu nama mesin cetaknya kaaann?😀

    kalok buat kita belajar iya, Mba Yankalok buat Desi, stensilan itu ya yang kayak jeung Sandra Brown ituh….😄

    Reply
  27. darnia said: kalok buat kita belajar iya, Mba Yankalok buat Desi, stensilan itu ya yang kayak jeung Sandra Brown ituh….😄

    wkwkwk…aku bukunya sandra brown nggak berani mbaca lo, dan😀

    Reply
  28. ayanapunya said: wkwkwk…aku bukunya sandra brown nggak berani mbaca lo, dan😀

    ntar nunggu aja buku barunya Desi :DSandra Brown kalah HOT…*diulek Desi sampe hancur*

    Reply
  29. waaaaaaah… ada yang ngomongin stensilan…*berbinar-binar, iler netes*

    Reply
  30. editing rapi, cover apik, plus cerita yang memang berkualitas.Pukul Sebelas Malam memang okeeeh! :))

    Reply
  31. lafatah said: waaaaaaah… ada yang ngomongin stensilan…*berbinar-binar, iler netes*

    ini nih, calon pembeli pertama buku desi selanjutnya😀

    Reply
  32. lafatah said: editing rapi, cover apik, plus cerita yang memang berkualitas.Pukul Sebelas Malam memang okeeeh! :))

    setujuuuu…mana review-mu, tah?

    Reply
  33. ayanapunya said: ini nih, calon pembeli pertama buku desi selanjutnya😀

    hahahaah…tau aja euuuh😀

    Reply
  34. ayanapunya said: setujuuuu…mana review-mu, tah?

    Belum sempat. Nunggu kumcer ini meledak dulu di pasaran dunia :))

    Reply
  35. Ah, pujiannya jangan berlebihan, Bra der. Biasa jaa … (:

    Reply
  36. Aku belum baca, masih nunggu jadwal pengiriman selanjutnyaReview Yana bikin penasaran

    Reply
  37. @Yana: iya, stensil itu nama alat/mesin cetaknya. Kita kan kemarin sore udah kuliah 2 SKS bareng-bareng, hahaha.@Rien: Kamis ya, Rien. Nanti kalau sudah kukirim aku kabari (dan posting kabarnya di jurnal😀 ) lagi.

    Reply
  38. malambulanbiru said: Rien: Kamis ya, Rien. Nanti kalau sudah kukirim aku kabari (dan posting kabarnya di jurnal😀 ) lagi.

    horeee….*menunggu dengan asyik

    Reply
  39. @Andiah, Gita Cinta, Sumart74:Iyza, kalau mau beli buku ini langsung pesan di aku (karena terbit indie/self publishing). Harga Rp38.000,00 (belum ongkos kirim). Detail lain lebih lengkapnya aku PM ya, Mba, Mas. (:Untuk baca gratis 3 cerpen di buku ini yang pernah dimuat di Koran Tempo Minggu; La Vie, Heute Herbst, dan CLOS E bisa klik link di ….*lirik Yana, lirik mbdhe i Dan, minta dibantuin pasang link jurnal tanggal 17 April ’12*

    Reply
  40. malambulanbiru said: @Andiah, Gita Cinta, Sumart74:Iyza, kalau mau beli buku ini langsung pesan di aku (karena terbit indie/self publishing). Harga Rp38.000,00 (belum ongkos kirim). Detail lain lebih lengkapnya aku PM ya, Mba, Mas. (:Untuk baca gratis 3 cerpen di buku ini yang pernah dimuat di Koran Tempo Minggu; La Vie, Heute Herbst, dan CLOS E bisa klik link di ….*lirik Yana, lirik mbdhe i Dan, minta dibantuin pasang link jurnal tanggal 17 April ’12*

    buat yang mau pesan, bisa mampir ke sinihttp://malambulanbiru.multiply.com/journal/item/1272/Pukul_Sebelas_Malam_Sent_on_April_17th_2012

    Reply
  41. malambulanbiru said: Hahaha. Gapapa, Mas. Ngritik juga gapapa. Aku ga galak (halah).

    Eh…#tersipu malu jadinya#Salam kenal ya Mbak Desi…asekkk asekkk nambah temen baru di MP. Aku add ya Mbak!…aku juga punya cita2 terpendam jadi penulis soalnya. Boleh sinau dari blogmu ya…?____Sebenarnya ga jelek sih novel itu, beberapa dialognya malah aku suka. Mungkin karena pas baca novel itu umurku udah di atas 25 dan udah nikah pula, jadi kesan asiknya ga terlalu dapet buatku.

    Reply
  42. Review-nya cantiiik banget, khas Yana🙂

    Reply
  43. ayanapunya said: #resmi jadi fans-nya desi

    Hahaha😀

    Reply
  44. makasih, ka. khas itu kyp maksudnya yo? hehe

    Reply
  45. waaa jadi pingin baca!padahal biasanya ulun lebih suka baca novel :Dapa nama penerbit indienya?

    Reply
  46. @mba Fefabiola: nama penerbitnya Coffee Sleepy Publishing, diambil dari alamat blogspotku. Arti filosofinya? Meski sudah bergelas-gelas ngopi, tapi aku tetap saja ngantukan. Hahaha😄

    Reply
  47. fefabiola said: waaa jadi pingin baca!padahal biasanya ulun lebih suka baca novel :Dapa nama penerbit indienya?

    nah, mba feby, udah dijawab langsung sama penulisnya yaaa😉

    Reply
  1. Yang terbaca di 2012 | SAVING MY MEMORIES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: