Tarapuccino



Tarapuccino bercerita tentang Bread Time, sebuah toko bakery yang terletak di salah satu sudut kota Batam. Pemiliknya adalah sepasang sepupu bernama Tara dan Raffi, yang sukses menjadikan bakery tersebut sebagai toko kue paling berkembang di kota mereka tersebut.

Satu hari, setelah melalui diskusi panjang lebar, Tara dan Raffi memutuskan untuk meningkatkan keistimewaan bakery milik mereka dengan menerbitkan buletin setiap bulannya. Untuk itu, Tara dan Raffi memerlukan seseorang yang bisa membantu mereka dalam hal desain buletin tersebut. Saat itulah hadir sosok Hazel, seorang lelaki yang juga merupakan pelanggan tetap Bread Time.

Entah kebetulan atau tidak, hadirnya Hazel di Bread Time menjadi awal dari kekacauan yang menimpa Bread Time. Bermula dari penemuan Tara akan status bahan makanan yang mereka gunakan saat membuat kue, yang menyebabkan Bread Time harus menghentikan kerja sama dengan pemasok langganan mereka. Sesudah pemutusan hubungan kerja tersebut, silih berganti masalah menimpa Bread Time.

Di lain pihak, ada juga sosok Diaz, seorang pemuda yang terlibat hutang dan harus membayarnya terlibat dalam dunia perdagangan gelap. Apakah hubungan antara Bread Time, Hazel dan Diaz?

***
Bentuk buku yang unik jelas menjadi salah satu daya tarik utama dari novel duet ini. Ukurannya yang mungil, serta desain cover yang menawarkan pemandangan sebuah laut mau tak mau membuat mata saya terpaku sesaat saat melihatnya di rak buku. Itu soal penampilan luar. Lalu bagaimana dengan isi buku ini sendiri?

Secara ide, novel Tarapuccino menawarkan cerita yang cukup berbeda dari seri metropop (?) biasanya. Adanya unsur perdagangan gelap, serta setting kota Batam yang digunakan memberikan warna tersendiri dalam novel ini. Sayangnya, ide-ide yang menarik tersebut tidak diringi dengan eksekusi yang baik.

Misteri tentang sosok Hazel dan Diaz misalnya, keduanya tidak diceritakan dengan jelas. Juga tentang masalah-masalah yang menimpa Bread Time, yang secara tiba-tiba selesai dengan sendirinya, membuat pembaca merasa ada ruang kosong dalam penyelesaian masalah tersebut.

Pemilihan judul juga menjadi salah satu catatan dari novel ini. Ketika mengeja kata Tarapuccino, hal pertama yang muncul di benak pembaca mungkin adalah kisah yang berhubungan dengan kopi. Sayangnya dalam kenyataannya isi dari novel ini tak menggambarkan judulnya. Selain itu saya masih agak rancu dengan penggunaan kata “secara” yang digunakan salah satu penulis.

Terlepas dari beberapa catatan atas novel tersebut, Tarapuccino merupakan sebuah novel yang mudah dinikmati.

Previous Post
Leave a comment

19 Comments

  1. Aku biasa memakai kata secara, tp untk novel blum. Msh sebts jurnal2 ringan.Belum tertarik beli. Q lg tertarik beli buku langka alias udh lm. Secra di wkt yg akan dtng susah crinya :Deh aq nemu buku penulis lokal kalsel itu. Di Toga Mas cuma 21 rb dn q blm tertarik :))

    Reply
  2. ivoniezahra said: Aku biasa memakai kata secara, tp untk novel blum. Msh sebts jurnal2 ringan.Belum tertarik beli. Q lg tertarik beli buku langka alias udh lm. Secra di wkt yg akan dtng susah crinya :Deh aq nemu buku penulis lokal kalsel itu. Di Toga Mas cuma 21 rb dn q blm tertarik :))

    sama von. kalau untuk ngobrol di chat atau jurnal aku kadang make secara itu. tapi kalau nulis cerpen nggak/buku yang kemarin itu aku beli hampir 30ribu + omelan penulisnya. hahahaha

    Reply
  3. Ntar deh q tak beli n Insya Allah diulas. Eh tp yg endors penulis terkenal, tp g jamin ya mbk :))

    Reply
  4. ivoniezahra said: Ntar deh q tak beli n Insya Allah diulas. Eh tp yg endors penulis terkenal, tp g jamin ya mbk :))

    aku sih prinsipnya sekarang jangan terlalu percaya sama endorsement😉

    Reply
  5. Kalo aku, bc sinopsisnya dulu🙂

    Reply
  6. ivoniezahra said: Kalo aku, bc sinopsisnya dulu🙂

    iya. aku juga baca sinopsis sama cek goodreads. hehe

    Reply
  7. metropop ya.. cenderung chicklit nih.. tapi eh topiknya serius tuh, dunia perdagangan gelap.. setting batam tapi gambarnya keren, pelabuhan batam ga sekeren gambar itu kan..

    Reply
  8. tintin1868 said: metropop ya.. cenderung chicklit nih.. tapi eh topiknya serius tuh, dunia perdagangan gelap.. setting batam tapi gambarnya keren, pelabuhan batam ga sekeren gambar itu kan..

    iya, mba tin. agak2 metropop gitu tapi masukin dunia perdagangan gelap. cuma ya itu tadi, penyelesaiannya nanggung dan agak kurang jelas. soal pelabuhan saya kurang tahu soalnya belum pernah ke batam😀

    Reply
  9. wah.. target selanjutnya nih… tapi bener tuh… tarapuccino, kok bakery? kirain cafe… hehe😀

    Reply
  10. mahasiswidudul said: wah.. target selanjutnya nih… tapi bener tuh… tarapuccino, kok bakery? kirain cafe… hehe😀

    nah, rada nggak nyambung kan, nin? itu kayaknya buat nyambungin sama salah satu nama tokohnya deh. si Tara yang pemilik bakery dan hazel yang suka minum capuccino😀

    Reply
  11. tapi emang covernya cakep….salut deh sama illustratornya :>

    Reply
  12. Awal2 keluar kan sempat rada booming di fb,ad grupnya kyknya,liat kovernya plus judul yg berbau2 kopi dan kuliner,rada tertarik buat baca,tp tidak tertarik buat beli-pernah liat di toko buku. Review pertama yg kubaca ini, trims🙂

    Reply
  13. ayanapunya said: nah, rada nggak nyambung kan, nin? itu kayaknya buat nyambungin sama salah satu nama tokohnya deh. si Tara yang pemilik bakery dan hazel yang suka minum capuccino😀

    tapi kan hazel datengnya setelah tarapuccino berdiri?? hehe😀

    Reply
  14. iya, kirain soal kopi..Tapi kok kue..

    Reply
  15. boemisayekti said: Awal2 keluar kan sempat rada booming di fb,ad grupnya kyknya,liat kovernya plus judul yg berbau2 kopi dan kuliner,rada tertarik buat baca,tp tidak tertarik buat beli-pernah liat di toko buku. Review pertama yg kubaca ini, trims🙂

    iyaa..ini yang dulu sampe ada grup-nya di fb🙂

    Reply
  16. mahasiswidudul said: tapi kan hazel datengnya setelah tarapuccino berdiri?? hehe😀

    tapi nama bakery-nya kan bukan tarapuccino, nin. it’s bread time😉

    Reply
  17. puritama said: iya, kirain soal kopi..Tapi kok kue..

    hehehe..nggak nyambung, ya?

    Reply
  18. darnia said: tapi emang covernya cakep….salut deh sama illustratornya :>

    nah, betul kan covernya cakep🙂

    Reply
  1. Yang terbaca di 2012 | SAVING MY MEMORIES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: