Paan Singh Tomar


Paan Singh Tomar adalah seorang atlet steeplechase dari India dengan rekor tujuh kali kemenangan di turnamen nasional. Awal mulanya, ia berprofesi sebagai tentara India. Satu hari, karena terlambat kembali ke camp setelah cuti, Paan mendapat hukuman lari mengelilingi lapangan sebanyak tujuh putaran. Alih-alih kelelahan, Paan malah menjalani hukuman tersebut dengan santai dan mendahului kawan-kawannya yang lain. Bahkan ketika hukumannya ditambah, Paan tidak protes sama sekali dan tetap berlari sama cepatnya.

Dari sini, sang atasan melihat bakat lain dari Paan. Paan kemudian direkomendasikan untuk masuk dalam bagian atletik di camp tersebut. Awalnya Paan direkomendasikan untuk mengikuti kejuaraaan lari 5000 meter. Namun sang guru, dengan berbagai pertimbangan memintanya untuk berpindah haluan ke cabang steeplechace (palang rintang?). Karena bakat dasarnya adalah lari, maka Paan tentu saja tidak memiliki kesulitan dalam mengikuti olahraga ini. Paan kemudian dikirim ke kejuaraan nasional, dan ia berhasil keluar sebagai pemenang.

Suatu hari, sang adik datang menemui Paan di camp-nya. Kepada Paan, sang adik bercerita tentang kisruh yang terjadi di kampung halaman mereka. Sadar akan tanggung jawabnya, Paan pun memutuskan pensiun dini dari militer, dan kembali ke kampung halamannya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di sana.

Setiba di kampung halaman, Paan mendapati ladangnya sudah dihancurkan oleh sang sepupum Bhanwar Sing. Dengan latar belakangnya sebagai tentara, Paan meminta bantuan mantan atasannya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai. Sayangnya utusan yang dikirim atasannya tak mampu menengahi permasalahan antar keluarga ini.

Kondisi memanas ketika Paan mendapati putra sulungnya dikeroyok oleh anak buah Bhanwar Sing. Namun sampai tahap ini ia masih berusaha menyelesaikan masalah secara damai dengan cara melapor ke kepolisian. Berbekal statusnya sebagai 7 kali juara nasional, Paan berharap pihak kepolisian bersedia membantunya. Sayangnya lagi-lagi usahanya gagal.

Belum lagi reda amarah Paan, sekembalinya ke kampungnya, ia mendapat kabar kalau rumahnya diserang Bhanwar Sing dan anak buahnya. Istri dan anak-anaknya berhasil melarikan diri, namun sayangnya sang ibu menjadi korban. Merasa tak ada jalan lain, Paan akhirnya memutuskan bertindak dengan caranya sendiri.

***
Film ini diangkat dari kisah tragis seorang atlet India pemegang 7 kali juara nasional, Paan Sing Tomar (1932 – 1981). Awalnya saya mengira film ini berkisah tentang seorang atlet yang berpindah profesi menjadi tentara. Ternyata saya salah. Peran Paan sendiri diperankan dengan apik oleh Irrfan Khan.

Previous Post
Next Post
Leave a comment

21 Comments

  1. yang jago lari bisa balapan sama forest gum.. eh ada paan sing tomar juga..

    Reply
  2. tintin1868 said: yang jago lari bisa balapan sama forest gum.. eh ada paan sing tomar juga..

    bedanya paan sing tomar ini beneran ada, mba😉

    Reply
  3. Iya, aku baru baca di jeng Wiki neh..tragis emang hidupnya

    Reply
  4. Ini produksi taon berapa Yan? Kalo Swades nya Sharukh Khan udah nonton belum?

    Reply
  5. pengen nonton…siap nangis

    Reply
  6. bambangpriantono said: Iya, aku baru baca di jeng Wiki neh..tragis emang hidupnya

    hehe..kyknya cerita di film kurang lebih sama dengan di wiki itu🙂

    Reply
  7. hensamfamily said: Ini produksi taon berapa Yan? Kalo Swades nya Sharukh Khan udah nonton belum?

    ini dibuatnya 2010, tapi baru dirilis di india sana 2012 ini. saya malah belum nonton swades. entah kenapa nggak terlalu minat lagi sama film-nya SRK. padahal di situ dia dapat penghargaan🙂

    Reply
  8. hanifahnunk said: pengen nonton…siap nangis

    nggak sampai bikin nangis bombay, kok. cuma ya tragis aja, atlet nasional akhirnya memilih jalan hidup seperti itu🙂

    Reply
  9. ayanapunya said: saya malah belum nonton swades. entah kenapa nggak terlalu minat lagi sama film-nya SRK.

    Saya juga ga terlalu suka dengan SRK setelah nonton My Name is Khan. Swades saya juga belum nonton sih, tapi denger denger ini justru filmnya yang paling beda dari yg lain.

    Reply
  10. hensamfamily said: Saya juga ga terlalu suka dengan SRK setelah nonton My Name is Khan. Swades saya juga belum nonton sih, tapi denger denger ini justru filmnya yang paling beda dari yg lain.

    dulu klo nggak salah pernah ditayangin di TPI. dia jadi ilmuwan yang harus balik kampung lagi, kan?

    Reply
  11. sekarang kok sukanya nonton film yang menghibur gitu yayang lucu dan gak pake mikir film2 animasi gitu :D*komen gak nyambung

    Reply
  12. andiahzahroh said: sekarang kok sukanya nonton film yang menghibur gitu yayang lucu dan gak pake mikir film2 animasi gitu :D*komen gak nyambung

    mungkin karena pengaruh beban otak, andiah. jadi pengennya nonton yang bisa bikin santai. heheheaku klo animasi malah suka males nonton😀

    Reply
  13. pengen nonton🙂

    Reply
  14. Kenapa sepupunya sampe berbuat setega itu ya? Padahal hanya soal ladang.Kisah nyata secara keseluruhan ya Yan?

    Reply
  15. jampang said: pengen nonton🙂

    coba cari dvd-nya, mas. ini film baru kok. saya sih seperti biasa, donlot. hehe

    Reply
  16. katerinas said: Kenapa sepupunya sampe berbuat setega itu ya? Padahal hanya soal ladang.Kisah nyata secara keseluruhan ya Yan?

    kayaknya daerah kampung halamannya paan itu emang sudah biasa seperti itu, mbasaya nggak tau berapa persen benarnya. tapi klo di wiki sih ceritanya sama

    Reply
  17. ayanapunya said: dulu klo nggak salah pernah ditayangin di TPI. dia jadi ilmuwan yang harus balik kampung lagi, kan?

    Olala…keliwatan…aku dah jarang nonton tipi. Apalagi TPI.

    Reply
  18. hensamfamily said: Olala…keliwatan…aku dah jarang nonton tipi. Apalagi TPI.

    ternyata ratingnya bagus. xixixi. ya udin, saya donlot dulu😀

    Reply
  19. ayanapunya said: nggak sampai bikin nangis bombay, kok. cuma ya tragis aja, atlet nasional akhirnya memilih jalan hidup seperti itu🙂

    kalau tragis biasa pengen nangis aku kan mudah tersentuh *halah😛

    Reply
  20. kalo baca dari reviewnya mba yana, film ini ceritanya bagus. Cari ah..

    Reply
  21. mouleedeea said: kalo baca dari reviewnya mba yana, film ini ceritanya bagus. Cari ah..

    berdasarkan rating di imdb sih, film ini nilainya 8😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: