THE AMAZING SPIDER-MAN


Adegan dibuka dengan Peter Parker kecil yang menemukan ruang kerja ayahnya yang berantakan. Mendapati hal tersebut, dengan tergesa Richard Parker dan istrinya mengemasi barang-barang mereka, dan berangkat menuju kediaman Ben dan May untuk menitipkan Peter di sana.

Belasan tahun kemudian, Peter Parker kecil menjelma menjadi seorang remaja yang nerd dan mencintai fotografi. Satu hari ia menemukan koper milik ayahnya di salah satu ruangan di kediaman paman Ben. Dalam koper tersebut terdapat foto sang ayah bersama seorang pria. Melaui paman Ben, Peter kemudian mengetahui kalau pria itu bernama Dr. Curt Connors, partner ayahnya ketika bekerja di Oscorp.

Berdasarkan informasi dari paman Ben tersebut, Peter kemudian mendatangi Oscorp dan bertemu dengan sosok Dr. Curtis. Dari pertemuan singkat tersebut diketahui kalau Dr. Curtis sedang melakukan sebuah percobaan genetika. Selain itu, Peter juga berhasil menyelinap ke salah satu ruangan riset di Oscorp, yang mana penuh dengan laba-laba. Tentunya bisa ditebak kelanjutannya seperti apa. Peter digigit salah satu laba-laba, dan disinilah asal mula spiderman berasal.

Mulanya, Peter tak terlalu menganggap serius kekuatan yang baru ia dapatkan. Namun semuanya berubah ketika paman Ben meninggal karena tertembak. Merasa bersalah atas kematian sang paman, Peter pun bertekad untuk menemukan penembak pamannya, dan memanfaatkan kekuatan barunya.

Di lain pihak, Dr. Curtis, yang atas bantuan Peter akhirnya berhasil menyempurnakan percobaan miliknya, memutuskan untuk menjadikan dirinya sendiri sebagai kelinci percobaan. Awalnya formula itu terlihat berhasil, sampai kemudian perlahan-lahan tubuhnya berubah menjadi monster.

***
Menonton film terbaru Spiderman yang satu ini, bagi saya tak ubahnya seperti membaca ulang sebuah buku. Bagaimana tidak? Setelah bertahun-tahun terbiasa dengan cerita Spiderman versi Tobey Maguire, saya baru tahu kalau versi terbaru ini adalah yang paling mendekati versi komiknya.

Mungkin dari segi sejarah bagaimana Peter bisa menjadi Spiderman, tak banyak yang berbeda. Namun kenyataan bahwa kekasih pertama Peter bukanlah si rambut merah Mary Jane Watson, melainkan seorang gadis pirang nan cantik bernama Gwen Stacy, cukuplah membuat The Amazing Spiderman dan Spiderman menjadi dua film berbeda, yang mau tak mau akan saling dibandingkan.

Dari isi cerita, mungkin bisa dibilang The Amazing Spiderman lebih solid ketimbang Spiderman 1. Bagaimana Peter menjalani proses dari seorang remaja biasa yang secara tiba-tiba mendapat kekuatan khusus hingga kemudian menjelma menjadi sosok superhero, semuanya terasa lebih jelas di film ini.

Sosok Andrew Garfield yang memberi warna baru atas sosok Spiderman. Di tangannya, Peter Parker bukan hanya sekedar remaja nerd yang sekonyong-konyong menjadi superhero, melainkan seorang remaja pintar yang berhasil memanfaatkan kemampuan yang diberikan kepadanya. Ransel di pundak, gadget untuk berkomunikasi, serta jaring yang ia ciptakan sendiri. Funky Spiderman, begitulah saya menyebutnya.

Meski begitu, secara jujur harus saya katakan kalau saya lebih memilih Spiderman versi Tobey Maguire. Bukannya Andrew Garfield gagal dalam memerankan Spiderman, hanya saja sosok Peter yang nerd sudah terlanjur melekat di kepala saya.

Lalu bagaimana dengan Gwen Stacy yang ternyata adalah kekasih pertama Peter. Oke, jika harus jujur saya akan bilang bahwa dia sukses membuat sosok Mary Jane kebanting. Cantik dan pintar, perpaduan yang sempurna. Terlebih lagi, Emma Stone memerankannya dengan sangat baik, memberikan nilai tambah tersendiri pada film ini.

Cerita yang lebih padat, Emma Stone yang seksi, teknologi bergelantungan yang superkeren, cukuplah membuat film ini terlihat lebih baik ketimbang film pendahulunya. Namun bagi saya, Peter Parker ala Tobey Maguire lebih sukses mencuri hati🙂

Catatan :
Saya menonton film ini dalam versi 3D, dan ini adalah pertama kalinya saya nonton film 3D. Dan sungguh bukanlah hal yang nyaman ketika saya harus mengenakan 2 kacamata sekaligus😀

Previous Post
Leave a comment

76 Comments

  1. kaklist said: emang klo pake kacamata maka mesti dobel ya ? *baru tau

    ya kan pake kacamata 3 dimensi pas di dalam bioskopnya, mba. klo saya lepas kacamata saya pastilah kabur itu film😀

    Reply
  2. dyasbaik said: kalo di versi kartun nya (komik nya juga) itu bikin sendiri, dia.saya masih ada komiknya… beli pas jaman SD hehe

    wiih keren. aku taunya spiderman versi kartun dan film aja🙂

    Reply
  3. hensamfamily said: Tapi sepanjang saya baca beberapa komiknya saya ga nangkap kalo PP itu nerd. Baru digarap oleh Sam Raimi aja sosok PP jadi nerd kek gitu.

    nggak ngerti juga ya kenapa tobey meraninnya jadi nerd gitu. hehe

    Reply
  4. mouleedeea said: haha…. ya begitulah hasilnya kalo hampir tiap hari dapet bisikan update perkembangan film ini. Garfield abis jalan2 pake vespa seri apa juga saya jadi tau hahaha

    ya ampuuunn..sampe vespa-nya juga tau😀

    Reply
  5. rhehanluvly said: SETUJUsaya lebih suka karakter peter yang pemurung versi tobeydibanding garfield yang pengucapan dialognya serasa menonton harry potter

    kayak harpot, ya? aku nggak terlalu merhatiin cara dia ngomong, han. hehe

    Reply
  6. nora23 said: ulun menunggu dvd nya aja gin, hehehe…btw, emang kurang nyaman ka pke 2 kacamata sekaligus, hihihi

    hehehe. klo dvd biasanya nunggu 3-4 bulan, no🙂

    Reply
  7. darnia said: dan yang jelas…..hampir semua orang di film ini tau Spider-Man itu aslinya siapa XDKata si Mas kemaren, ” Ini si Spidey kok ketularan Iron Man yak? Rada narsis”😄

    kekeke. jadi kamu juga lebih suka versi tobey, dan?

    Reply
  8. darnia said: cih….Bella-Edwrad versi super hero…*gak jadi demen* XD– sentimen pribadi —

    aku lebih nge-ship Emma-Ryan Gosling😀

    Reply
  9. yant165 said: waaa,,, pengin nonton jadinya..😀

    nonton bareng suami, yan😉

    Reply
  10. @Dani: tapi pasangan emma-garfield lucu ga lebay kaya bella-edward. Kalo liat sih mereka berdua nyantai banget.Garfield tuh turunan Inggris-Amerika jadibya gitu ngomongnya ada aksen inggrisnya.Buat yg bukan pecinta komiknya emang banyak yg protes film ini. Tapi buat pecinta komiknya justru bersyukur karena akhirnya sesuai.Kaya kalo HarPot dibikin ulang sesuai bukunya bakal banyak yg seneng juga. Tapi udah keburu eneg kali yah udah segitu banyaknya…

    Reply
  11. ayanapunya said: nonton bareng suami, yan😉

    sakalinya ka Beny dah punya dvdnya ka, nukar minggu td di Bpp. Cepatnya lah ada dvdnya. Entah isinya sama atau kada.

    Reply
  12. yant165 said: sakalinya ka Beny dah punya dvdnya ka, nukar minggu td di Bpp. Cepatnya lah ada dvdnya. Entah isinya sama atau kada.

    itu dvd telescan kyknya. merekam di bioskop. hehe

    Reply
  13. mouleedeea said: Kaya kalo HarPot dibikin ulang sesuai bukunya bakal banyak yg seneng juga. Tapi udah keburu eneg kali yah udah segitu banyaknya…

    waduh yang 7 seri itu aja selesainya hampir 10 tahun, bude😀

    Reply
  14. ayanapunya said: itu dvd telescan kyknya. merekam di bioskop. hehe

    oooh… pantas kualitas gambarnya kd bagus.. hehehe…

    Reply
  15. ayanapunya said: kekeke. jadi kamu juga lebih suka versi tobey, dan?

    enggak, mbak Yana :Daku malah enggak inget sama sekali pilem2 Spidey yang versi Tobey :Dprefer this one :>

    Reply
  16. mouleedeea said: @Dani: tapi pasangan emma-garfield lucu ga lebay kaya bella-edward. Kalo liat sih mereka berdua nyantai banget.Garfield tuh turunan Inggris-Amerika jadibya gitu ngomongnya ada aksen inggrisnya.Buat yg bukan pecinta komiknya emang banyak yg protes film ini. Tapi buat pecinta komiknya justru bersyukur karena akhirnya sesuai.Kaya kalo HarPot dibikin ulang sesuai bukunya bakal banyak yg seneng juga. Tapi udah keburu eneg kali yah udah segitu banyaknya…

    aku baca komiknya sih, Bude, tapi pas SD dulu :Dseingetku juga Spidey-nya pake alat di lengen buat ngeluarin jaring.Pokoknya yang ini jauh lebih “normal” daripada versi Tobey yang terlalu komikal.. IMO yaaah

    Reply
  17. darnia said: enggak, mbak Yana :Daku malah enggak inget sama sekali pilem2 Spidey yang versi Tobey :Dprefer this one :>

    ooo. jadi mana review-nya?😀

    Reply
  18. darnia said: Pokoknya yang ini jauh lebih “normal” daripada versi Tobey yang terlalu komikal.. IMO yaaah

    yep. aku setuju klo spiderman yang ini jauh lebih normal dan logis ketimbang yang pertama dulu🙂

    Reply
  19. ayanapunya said: ooo. jadi mana review-nya?😀

    hahhaha enggak bikin.Udah banyak yang ngereview😀

    Reply
  20. Belum pernah nonton Spiderman kecuali trailernyahakhakhak😀

    Reply
  21. fefabiola said: Belum pernah nonton Spiderman kecuali trailernyahakhakhak😀

    dari yang pertama belum pernah, mba?

    Reply
  22. belum hehehehe

    Reply
  23. ah review yang asoi mengalir. btw, gw nonton versi 2D sama 3D, beda tipis gambarnya. Imax lebih oke kali ya

    Reply
  24. m4s0k3 said: ah review yang asoi mengalir. btw, gw nonton versi 2D sama 3D, beda tipis gambarnya. Imax lebih oke kali ya

    heeh. gw pas nonton kemarin kan sambil lepas pasang tuh kacamata. repot soalnya. tapi klo kacamatanya ga dipake subtitlenya jadi berbayang.

    Reply
  25. aku malah suka bgt versi ini, terutama proses transformasi yg lebih ‘masuk akal’ dan dialog2 yg membumi😀

    Reply
  26. Yup.setuju, ka. Di situ letak kelebihan spiderman yg hnyr ni. Cm mnrt ulun versi lwsnya lbh memorable🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: