Life of Pi


“I Surrender!! What do You want?!”

Begitulah teriak Pi ketika badai menerjang tubuhnya, meruntuhkan segala upayanya. Saat itu entah hari keberapa tubuhnya terombang-ambing di lautan Pasific. Dengan ditemani oleh Richard Parker, -seekor harimau Benggala yang dengan susah payah ditaklukkannya-  setiap harinya Pi berusaha sekuat tenaga untuk tetap bertahan dan tak kehilangan harapan. Namun dalam badai besar kali ini, dia sadar bahwa sudah saatnya ia menyerah.

Terlahir sebagai putra bungsu dari pemilik kebun binatang Ponducherry, Piscine Molitor Patel harus menghadapi kenyataan bahwa namanya yang diambil dari nama kolam renang kerap dipelesetkan menjadi “Pissing”, yang berarti urin. Tak mau terus-terusn dipanggil Pissing, Piscine akhirnya melakukan sebuah gebrakan yang akhirnya berhasil membuatnya lebih dikenal sebagai Pi.

Sejak kecil, Pi sudah tertarik dengan dunia spiritual. Ibunya mengenalkan agama Hindu padanya. Kemudian saat remaja, berkat sang kakak ia juga berkenalan dengan agama Islam. Tak lama berselang, Pi juga menekuni agama Islam.

Ketika beranjak remaja, kedua orang tuanya memutuskan untuk bermigrasi ke Kanada. Dengan menumpang di sebuah kapal Jepang, berangkatlah satu keluarga tersebut ke benua Amerika. Tak lupa pula mereka membawa serta binatang-binatang yang ada di kebun binatang. “Kita akan menjualnya di Amerika,” begitu kata sang ayah saat memutuskan untuk pindah.

Satu malam, terdengar suara yang begitu keras dari langit. Pi yang menyukai datangnya halilintar menyambut dengan suka cita hal tersebut. Segera ia keluar dari kamarnya untuk melihat langsung sambaran halilintar tersebut. Begitu tiba di dek kapal, badai dahsyat langsung menyambut tubuhnya. Terhuyung-huyung Pi berjalan untuk mencari tempat berpegangan. Saat itulah ia kemudian menyadari hal buruk telah terjadi.

Dengan sisa kekuatan yang ada, Pi berusaha kembali ke kamarnya. Malang baginya, seluruh bagian kapal sudah terendam air. Pi akhirnya memutuskan untuk kembali ke dek dan meminta bantuan. Alih-alih mendapat pertolongan untuk keluarganya, Pi malah dilemparkan ke sebuah sekoci kapal agar bisa diselamatkan. Saat berusaha kembali ke kapal, tiba-tiba tali penyangga sekoci itu putus. Pi pun terlempar ke samudra, bersama seekor zebra yang melompat ke sekocinya sebelumnya.

Dalam kegelapan malam, Pi kemudian melihat sebuah sosok yang mengapung di atas air. Dengan penuh semangat ia pun meniup peluitnya, berharap bisa menolong sosok tersebut. Namun, begitu tahu siapa yang akan dia tolong, Pi seketika berubah pikiran. Bagaimana mungkin ia akan selamat jika harus satu sekoci dengan Richard Parker sang harimau Benggala? Pi kemudian berusaha menggagalkan upaya Richard Parker untuk naik ke sekocinya. Sayangnya semua sudah terlambat. Richard Parker sudah terlanjur naik ke sekoci. Bergabung bersama Pi dan si zebra.

***

Life of Pi diangkat dari novel berjudul sama karangan Yann Martel. Setelah beberapa kali mengalami pergantian sutradara, akhirnya Ang Lee-lah yang berhasil menyelesaikan proyek ini, dan menjadikan Life of Pi sebagai salah satu film terbaik yang saya tonton selama tahun 2012 ini.

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh film ini adalah, dia berhasil memvisualisasikan novel Life Of Pi dengan nyaris sempurna, setidaknya kata mereka yang sudah membaca novelnya. Saya sendiri saat menonton film ini begitu terpesona dengan keindahan visual yang ditampilkan. Terlebih saat Pi sedang sendirian di tengah laut, ditemani ikan-ikan yang berenang di bawahnya. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Selain keindahan visual yang dimiliki, kelebihan lain dari film ini terletak pada pesan spiritual yang dibawanya. Seperti perkataan sang tokoh penulis kepada Pi dewasa di awal kisah, “He said you had a story that would make me believe in God,” begitulah pula bagaimana film ini membawa pesannya. Tentang keberadaan Tuhan, yang disampaikan dengan begitu indah dan tanpa kesan menggurui.

Judul  : Life of Pi

Produksi : 2012

Sutradara : Ang Lee

Pemain : Suraj Sharma, Irrfan Khan, Tabu, Adil Hussain

Durasi : 127 menit

Skor Akhir : 5/5

Leave a comment

6 Comments

  1. Sinta Nisfuanna

     /  December 9, 2012

    nungguin dvd-nya segera nongol… secara gak mungkin nonton ke bioskop

    Reply
  2. kada jadi nonton hari ini. Hihihi… rencananya handak nonton Bidadari2 Surga atau life of pi ini atau hello goodbye. Tapi batal semuanya…🙂

    Reply
  3. A MUST SEE MOVIE IN THEATER!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: