JAB TAK HAI JAAN


Akira Rai, seorang reporter muda menemukan sebuah diary dalam kantong jaket tentara yang menolongnya saat akan tenggelam. Tanpa seizin pemilik diary, Akira pun mulai membaca isi diary tersebut. Rupanya diary tersebut berkisah tentang kisah cinta sang pemilik, yang bernama Samar Anand.

Tahun 2002, Samar Anand menginjakkan kakinya di London. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, ia melakoni berbagai pekerjaan setiap harinya. Membersihkan salju di depan gereja, menyanyi di jalanan, hingga berjualan ikan. Satu hari, saat sedang membersihkan salju di depan gereja, seorang gadis muncul di hadapannya. Dengan tubuh tinggi semampai, rambut indah yang berkibar, serta gaun berwarna merah jambu, gadis itu terlihat seperti bidadari yang baru turun dari langit. Tergoda akan gadis yang dilihatnya, Samar Anand memutuskan untuk mengikuti gadis tersebut.

Siapa sangka hari itu hanyalah awal dari pertemuannya dengan sang gadis. Meera Thapar, begitu akhirnya Samar mengenal sang gadis. Dimulai dari permintaan Meera untuk mengajarinya lagu Punjabi -untuk ulang tahun sang ayah-, hubungan Samar dan Meera pun mulai terjalin. Dan layaknya kebersamaan-kebersamaan lainnya, hubungan pertemanan tersebut berkembang menjadi cinta. Keduanya kemudian memutuskan untuk memperjuangkan cinta mereka. Sayangnya belum sempat cinta tersebut diperjuangkan, mimpi buruk menyapa mereka. Untuk sebuah alasan, Meera memutuskan meninggalkan Samar. Mengetahui dirinya sudah dicampakkan, Samar Anand pun akhirnya meninggalkan London dan kembali ke negerinya.

Usai membaca diary milik Samar Anand, Akira pun terobsesi untuk mengenal lebih dekat sang tentara. Pada atasannya ia meminta agar diijinkan meliput kehidupan sang tentara, yang berprofesi sebagai penjinak bom. Izin pun didapat, dan pergilah Akira menemui Samar Anand. Selama dua minggu Akira mengikuti segala kegiatan Samar dalam menjinakkan bom, hingga akhirnya ia pun jatuh cinta pada sosok Samar Anand yang dingin tersebut.

Sayangnya saat Akira merasa sudah mulai berhasil mengambil hati Samar, sebuah kecelakaan terjadi. Kecelakaan yang membawa kembali Meera Thapar dalam kehidupan Samar Anand.

***

Jab Tak Hai Jaan merupakan film besutan terakhir master film romance Bollywood, Yash Chopra, yang meninggal Oktober 2012 lalu. Menggaet sang ikon romance, Shah Rukh Khan, Jab Tak Hai Jaan diharapkan bisa menjadi salah satu masterpiece terakhir sang sutradara. Lalu bagaimana pendapat saya setelah menonton film ini?

Dari segi cerita, entah mengapa saya merasa ada yang salah dengan susunan film ini. Entah itu pada pemilihan pembuka cerita, atau pemilihan klimaks cerita yang tidak pada tempatnya, dan malah terkesan nanggung. Alih-alih terbawa dalam cerita, saya malah dibuat mengerutkan kening karena plot yang tak jelas ini.

Sedang dari segi akting, bisa dibilang dalam film ini Shah Rukh Khan berada pada kondisi terbaiknya. Saya seolah menemukan kembali sosok SRK yang membuat saya jatuh cinta beberapa tahun yang lalu. Sedangkan untuk dua pemeran utama wanitanya, Katrina Kaif dan Anushka Sharma, bisa dibilang tak ada yang cukup istimewa dari mereka. Katrina terlihat datar dan chemistry antara dirinya dengan Shah Rukh Khan kurang terasa. Sedangkan Anushka, meski aktingnya sedikit lebih baik namun keberadaannya lebih terasa sebagai tempelan belaka.

Dengan plot yang kurang kuat dan terbilang biasa, serta chemistry yang kurang kuat antara pemeran utamanya, sulit rasanya bagi Jab Tak Haai Jaan mencapai tingkat romantisme film-film pendahulunya seperti Veer Zaara atau Dilwale Dulhania Le Jayenge.

Judul  : Jab Tak Hai Jaan

Produksi : 2012

Sutradara : Yash Chopra

Pemain : Shah Rukh Khan, Katrina Kaif, Anushka Sharma

Durasi : 175 menit

Skor Akhir : 3/5

Previous Post
Leave a comment

4 Comments

  1. cakb

     /  January 17, 2013

    betul min, film-nya kurang mengena meskipun akting dr kembaran saya (King Khan) ini sangatlah bagus

    Reply
  2. thanks for your informatin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

kebunninas

A Little Map of S

Anne Adzkia

It's all about my life, journey, adventure and passion

CakeFever.com

Newbie in the Kitchen | Sharing Recipes, Tips and Guide for Baking-Beginners

Iman's Home-School

Shaykh Ahmed An-Najmi said: "The mother is the first school. If she is righteous, the progeny becomes righteous." [Fath-ur- Rabb al-Wadud (2/256)]

Catatan UmmuUmar18

Tentang kemarin, hari ini, dan esok...

Rindrianie's Blog

Just being me

Sequoia

Setiap ibu adalah pohon tertinggi di dunia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,324 other followers

%d bloggers like this: