SILVER LININGS PLAYBOOK


Patrizio “Pat” Solatano menderita gangguan kejiwaan bipolar disorder setelah menemukan Nikki, sang istri, bercinta dengan seorang pria di rumah mereka. Karena penyakit  yang dialaminya ini, Pat harus menjalani perawatan di sebuah tempat rehabilitasi di Baltimore. Delapan bulan berselang, sang sang ibu kemudian menjemput Pat dari tempat rehabilitasinya tersebut. Meski begitu, Pat tetap harus diawasi dan menjalani sesi terapi bersama dr. Patel karena dia masih bisa kambuh sewaktu-waktu.

Setelah kembali ke dunia normal, salah satu keinginan Pat adalah memperbaiki hubungannya dengan sang istri. Terlepas dari kenyataan bahwa Nikki telah menyakiti hatinya, Pat rupanya masih mencintai istrinya tersebut. Karena itulah saat Ronnie, sahabatnya yang juga berteman dengan Nikki mengundang makan malam, Pat langsung menyanggupinya. Harapan Pat, dia bisa berhubungan lagi dengan Nikki melalui sahabatnya tersebut.

Saat makan malam itulah Pat dipertemukan dengan Tiffany, adik ipar Ronnie yang baru saja ditinggal mati sang suami serta kehilangan pekerjaannya. Mulanya Pat tidak memiliki ketertarikan apapun terhadap Tiffany, terlebih setelah bagaimana gadis itu men-citra-kan dirinya pada pertemuan pertama mereka. Namun, ketika Tiffany menawarkan diri untuk menyampaikan surat Pat kepada Nikki, Pat pun mulai berubah pikiran. Sayangnya atas tawarannya tersebut, Tiffany mengajukan sebuah syarat. Pat harus mau menjadi partner dansanya. Karena tidak memiliki pilihan lain, Pat akhirnya menyetujui syarat yang diajukan Tiffany.

***

Silver Linings Playbook merupakan film yang diangkat dari novel berjudul sama Matthew Quick. Inti cerita ini adalah bagaimana dua orang yang bermasalah saling membantu menyelesaikan masalah mereka. Pat yang mengalami gangguan mental karena istrinya yang berselingkuh bertemu dengan Tiffany yang menghadapi banyak masalah setelah kematian suaminya. Perpaduan antara dua karakter ini kemudian menghasilkan kisah cinta yang tak biasa. Dan untuk menyatukan dua orang ini, dipilihlah program dansa berpasangan sebagai “jembatannya.”

Dari segi akting, baik Bradley Cooper maupun Jennifer Lawrence bermain sangat baik dalam film ini. Khusus untuk Cooper, saya dibuat terkagum-kagum dengan bagaimana dia membawakan peran sebagai penderita bipolar disorder. Emosi yang naik turun, ketakutan yang berlebihan, semua begitu terasa. Sedangkan untuk Lawrence, meski di awal tak terlihat meyakinkan, namun seiring dengan berjalannya film gadis ini perlahan mulai menunjukkan kualitasnya. Dan untuk perannya sebagai Tiffany ini, Lawrence berhasil membawa pulang Oscar pertamanya.

Selain dua pemeran utamanya ini, para pemeran pendukung yang lain pun menjalankan porsi mereka masing-masing dengan sangat baik. Mulai dari Robert De Niro yang berperan sebagai sang ayah, Jacki Weaver sang ibu yang mencintai keluarganya, hingga Chris Tucker yang memberikan sedikit polesan pada film ini.

Untuk cerita, seperti yang saya tulis, Silver Linings Playbook menawarkan kisah cinta yang tak biasa. Tak terlalu romantis kalau saya bilang. Bahkan banyaknya dialog dalam film ini sempat membuat saya merasa kebingungan menikmatinya.

Meski begitu, sebagai gantinya film ini juga memberikan adegan-adegan yang cukup membekas. Misalnya, saya suka bagaimana Pat dan Tiffany dipertemukan dalam kondisi saling berkejaran. Juga bagian saat dua orang ini memulai latihan dansanya. Bahkan di mata saya melalui bagian inilah kita bisa merasakan bagaimana secara perhalan sosok Pat mulai jatuh cinta pada Tiffany. Satu hal lagi yang membuat saya memberi nilai lebih pada SLP, tidak ada adegan bercinta dalam film ini. Hoho.

Terakhir, marilah kita tutup review ini dengan mengutip sebuah kalimat dari Pat:

The only way to beat my crazy was by doing something even crazier. Thank you. I love you.

***

Judul  : Silver Linings Playbook

Produksi : 2012

Sutradara : David O. Russel

Pemain : Bradley Cooper, Jennifer Lawrence, Robert De Niro, Jacki Weaver, Chris Tucker, Anupam Kher

Durasi : 122 menit

Skor Akhir : 4/5

Previous Post
Next Post
Leave a comment

5 Comments

  1. oh ya ga ada adegan bercintanya? *belum nonton*

    Reply
    • ga ada. tapi ada tampak belakang punggung jennifer lawrence pas ganti baju habis mereka latihan dansa😀

      Reply
  2. Faraziyya

     /  March 16, 2013

    almost every time i heard a film was a making of a novel/book/ with the same title, what interest me was to read the book first.
    thanks for share, mba🙂

    Reply
  1. PDKT ala Tiffany Maxwell | SAVING MY MEMORIES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: