SCENT OF A WOMAN


Charlie Simms adalah seorang siswa peraih beasiswa di Baird School, sebuah institusi bergengsi di kawasan New England. Satu hari, saat akan pulang dari sekolahnya, ia membaca sebuah pengumuman lowongan pekerjaan untuk menemani seorang pensiunan tentara yang buta di hari Thanksgiving. Berhubung Charlie memerlukan tambahan biaya untuk kepulangannya ke Oregon saat libur natal, maka tanpa pikir panjang ia pun melamar untuk pekerjaan tersebut. Sayangnya ketika ia datang ke kediaman Kolonel Frank Slade, dia mendapati bahwa sang Kolonel bukanlah orang yang menyenangkan. Dia suka minum, dan berbicara kasar. Charlie bahkan mendapat kesan kalau Kolonel menolak kehadirannya. Namun karena tak ada kandidat lain lagi untuk pekerjaan tersebut, maka Charlie tak memiliki pilihan lain selain menerima pekerjaannya.

Beberapa hari kemudian, Charlie pun kembali lagi untuk memulai pekerjaannya. Tak disangka Kolonel Slade ternyata sudah memiliki rencana sendiri di hari Thanksgiving. Dia berencana pergi ke New York. Kolonel bahkan sudah menyiapkan tiket untuk Charlie, sehingga mau tak mau Charlie pun mengikuti Kolonel. Dengan penerbangan kelas pertama, kedua orang berbeda usia itu pun terbang menuju New York.

Selama kebersamaannya dengan Kolonel Slade, Charlie mulai menemukan sisi lain dari pria paruh baya tersebut. Ternyata di balik kelakuannya yang menyebalkan, Kolonel menyimpan sebuah rasa kesepian yang cukup besar. Kolonel juga ternyata menyimpan sisi bijaksana dalam dirinya. Ini terlihat bagaimana Kolonel memberikan beberapa saran kepada Charlie, termasuk atas permasalahan yang sedang dihadapinya di sekolah. Ya, sebelum berangkat menuju New York, Charlie dan seorang teman lainnya tanpa sengaja menjadi saksi dalam kenakalan beberapa teman sekolahnya. Oleh pihak sekolah Charlie kemudian diberi waktu untuk memutuskan apakah ia akan menyebutkan nama teman-temannya tersebut. Bagaimanakan saran Kolonel Slade memengaruhi keputusan Charlie nantinya?

***

Scent of a Woman adalah sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul Il buio e il miele (Darkness and Honey) karangan Giovanni Arpino dan juga dari naskah film Italia berjudul sama di tahun 1974 yang ditulis oleh Ruggero Maccari dan Dino Risi. Judulnya sendiri kalau boleh saya bilang tidak terlalu nyambung dengan isi filmnya. Jika ada hal yang membuat judul ini sedikit relevan adalah kesukaan Kolonel Slade akan wangi perempuan.

Al Pacino sendiri akhirnya mendapatkan piala Oscar-nya lewat film ini. Oscar yang kata para penggemarnya adalah tebusan atas oscar-oscar yang seharusnya diterima Al Pacino di film-filmnya sebelumnya (The Godfather I&II, Serpico, Dog Day Afternoon, Scarface). Saya sendiri cukup setuju dengan hal tersebut. Namun bukan berarti juga akting Al Pacino di film ini jelek. Dia memerankan tokoh Kolonel Frank Slade dengan sangat baik, hanya saja kalau disuruh memilih, saya lebih suka aktingnya di Dog Day Afternoon.

Produksi : 1992

Produser: Martin Brest

Sutradara : Martin Brest

Penulis Skenario : Bo Goldman

Pemain : Al Pacino, Chris O’Donnell, James Rebhorn, Gabrielle Anwar, Philip Seymour Hoffman

Durasi : 157 menit

Skor Akhir : 4/5

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: