LINCOLN


The greatest measure of the Nineteenth Century. Passed by corruption, aided and abetted by the purest man in America.

Lincoln bercerita tentang usaha presiden Lincoln untuk mengesahkan Amandemen ke 13 yang berisi tentang penghapusan perbudakan bagi warga kulit hitam. Meski saat itu ia  baru saja diangkat menjadi presiden AS untuk periode kedua, Lincoln ingin agar Amandemen tersebut bisa segera disetujui parlemen. Menurut pemikirannya, jika amandemen bisa disahkan lewat parlemen, maka warga kulit hitam yang hidup di Amerika akan bebas selamanya dari perbudakan.

Mengingat suara yang ada masih belum memenuhi kuota yang diperlukan, Lincoln memerintahkan timnya untuk sebisa mungkin mendapatkan suara dari partai oposisi, Demokrat. Sekretaris Negara, William Seward kemudian menghubungi tiga orang pelobi profesional untuk mendekati orang-orang partai Demokrat. Dengan seluruh kemampuannya, tiga orang ini kemudian melakukan berbagai pendekatan dan penyelidikan pada beberapa anggota parta Demokrat. Beberapa berhasil dilobi, namun ada juga yang langsung menolak. Bahkan ada juga yang awalnya setuju namun belakangan menarik perkataannya.

Selain berkisah tentang usaha pengesahan amandemen ke 13, Lincoln juga menyelipkan sedikit cerita tentang kehidupan pribadi presiden Lincoln di masa itu. Ada ibu negara Mary Todd yang begitu kehilangan atas kematian salah satu putra mereka, yang membuatnya kadang mendebat pemikiran sang presiden. Ada juga Robert, putra pertama yang memutuskan keluar dari Harvard dan masuk militer meski sang ibu menentang habis-habisan.

Meski sudah mengerahkan pelobi profesional, tak berarti presiden Lincoln duduk dengan nyaman di kursinya. Mendekati hari pemilihan, ia juga melakukan lobi-lobi kepada orang-orang parlemen. Berhasilkah amandemen ke 13 disahkan?

***

Perlu dua kali menonton bagi saya untuk bisa mengerti inti dari film biopic yang satu ini. Mungkin hal itu disebabkan oleh kurangnya info yang saya dapat tentang film ini serta dialog yang agak sulit dicerna. Filmnya sendiri cukup menarik, terutama pada bagian lobi-lobi yang dilakukan oleh orang suruhan Sekretaris Negara dan tentunya monolog-monolog yang dilakukan presiden Linconl. Daniel Day Lewis sendiri pesonanya jelas tak terbantahkan di film ini. Melalui dirinya, kita bisa melihat bagaimana besarnya kharisma yang dimiliki oleh presiden Lincoln dan mengapa ia begitu dicintai. Dengan aktingnya yang brilian tersebut jelas pantas sekali DDL memperoleh Oscar di Academy Award 2013 yang lalu.

Judul : Lincoln

Produksi : 2012

Produser: Steven Spielberg, Kathleen Kennedy

Sutradara : Steven Spielberg

Penulis Skenario : Tony Kushner

Pemain : Daniel Day Lewis, Sally Field, David Strathairn, Joseph Gordon-Levitt, James Spader, Hal Holbrook, Tommy Lee Jones

Durasi : 150 menit

Skor Akhir : 3,5/5

Previous Post
Next Post
Leave a comment

2 Comments

  1. Harus mampu memahami sejarahnya terlebih dahulu sebelum menonton film yang berat ini.

    Reply
    • bener, mas. awalnya saya pikir ini film nyeritain proses Lincoln jadi presiden. Eh taunya bukan. Garuk-garuk kepala deh😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: