MARY KOM


Chungneijang jatuh cinta pada tinju sejak ia menemukan sebuah sarung tinju di reruntuhan pesawat saat ia masih kecil. Sayangnya, keinginannya untuk bertinju mendapat penolakan yang keras dari sang ayah. “Siapa yang mau menikahi wanita yang wajahnya babak belur?” begitu alasan yang diberikan sang ayah padanya. Sang ayah kemudian memasukkan Chungneijang ke klub atletik. Meski begitu, kecintaan Chungneijang pada tinju tak pernah pudar bahkan hingga ia beranjak dewasa.

Perkelahiannya dengan kekasih dari salah satu temannya tanpa disangka membawa Chungneijang pada sebuah pusat pelatihan tinju di kotanya. Setelah menjalani serangkaian ujian, Chungneijang akhirnya berhasil mendapat izin untuk turut berlatih di tempat tersebut. Dengan penuh semangat Chungneijang mengikuti pelatihan yang diberikan sang pelatih. Dan untuk mengikuti pertandingan resmi pertamanya, sang pelatih kemudian memilihkan nama baru bagi Chungneijang, M. C. Mary Kom yang diambil dari nama belakangnya.

Dalam sekejap karir Mary Kom dalam dunia tinju meroket. Meski memiliki temperamen yang buruk, Chungneijang berhasil mengharumkan nama India dengan memenangkan gelar juara dunia. Setelah berhasil meraih gelar juara dunia untuk ketiga kalinya, Mary Kom memutuskan untuk menikah dengan Onler Kom, pria yang yang dikenalnya saat nekat mengikuti arena tinju jalanan beberapa tahun sebelumnya.

Keputusan Mary untuk menikah di puncak karirnya rupanya berimbas kurang baik. Kehamilan yang tak terencana secara otomatis menghentikan karirnya. Mary disibukkan dengan dunia barunya, dan sosoknya pun mulai terlupakan.

Beruntung Mary memiliki suami seperti Onler yang selalu mendukung karir bertinjunya. Atas dukungan Onler, Mary pun kembali ke ring. Jelas tidak mudah baginya untuk bisa kembali ke performa puncaknya setelah vakum selama hampir dua tahun. Tak hanya itu, perselisihan dengan ketua komite tinju India juga semakin menghalanginya untuk bisa kembali mengharumkan nama negaranya.

Mary kemudian meminta pelatih pertamanya untuk melatihnya kembali. Dengan membawa kedua putra kembarnya, Mary mengunjungi sang pelatih yang sangat dihormatinya itu. Sang pelatih, kemudian memindahkan posisi gendongan bayi yang dibawa Mary dan berkata, “Seorang wanita menjadi lebih kuat setelah menjadi seorang ibu. Dan sekarang kekuatanmu telah bertambah dua kali lipat. Karena itu kita juga harus berlatih dua kali lebih keras.”

***

Lagi-lagi sebuah biopic olahragawan diangkat oleh sineas Bollywood. Jika dua film sebelumnya yang saya tonton berkisah tentang pelari, maka kali ini tokoh utamanya adalah petinju wanita yang mengharumkan nama India.

Priyanka Chopra yang berperan sebagai Mary Kom tampak begitu total dalam menjalankan aktingnya. Selain itu, yang membuat saya menyukai film ini adalah bagaimana film ini tetap memperlihatkan kodrat kewanitaan Mary dan bagaimana Mary bisa bangkit lagi setelah masa terpuruknya. Yah, tentu saja hal ini tidak lepas dari dukungan sang suami yang sejak awal sudah berkomitmen untuk terus mendukung karirnya.

Judul Film : Mary Kom

Produser : Viacom 18 Motion Pictures, Sanjay Leela Bhansali

Sutradara : Omung Kumar

Penulis : Karan Singh Rathore, Ramendra Vasishth (dialog)

Skenario : Saiwyn Quadras

Cerita : Saiwyn Quadras

Pemeran : Priyanka Chopra, Sunil Thapa, Darshan Kumar

Musik : Sashi Suman (lagu), Rohit Kulkarni (Background Sound)

Durasi : 122 menit

Produksi : 2014

Rating : 4/5

Previous Post
Leave a comment

4 Comments

  1. ada yah petinju dunia wanita dari india?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: