DAAWAT -E-ISHQ


Gulrez “Gullu” Qadir terlahir sebagai putri tunggal seorang pegawai pengadilan. Layaknya perempuan India lainnya, pernikahan untuk Gullu dilakukan melalui proses perjodohan. Sayangnya hampir semua usaha perjodohan tersebut gagal. Gullu yang terpelajar memiliki standar yang cukup tinggi dalam memilih calon suaminya. Selain itu, tingginya dowry (uang hantaran) yang diminta pihak laki-laki juga menjadi faktor yang sangat memberatkan bagi ayahnya yang hanya pegawai biasa.

Suatu hari Gullu berkenalan dengan Amjad, pria yang memenuhi kriterianya sebagai calon suami. Amjad pandai berbahasa Inggris, dan berencana melanjutkan sekolah ke Amerika. Selain itu Amjad juga mencintainya. Sayang begitu pertemuan kedua keluarga dilakukan, lagi-lagi pihak keluarga laki-laki meminta dowry yang sangat besar.

Setelah sempat kecewa dengan perjodohannya yang lagi-lagi gagal, Gullu pun mulai menata hidupnya kembali. Ia memutuskan untuk mengejar mimpinya bersekolah ke Amerika dan menjadi desainer sepatu. Untuk itu ia mengajak sang ayah untuk melakukan sebuah penipuan yang terinspirasi dari sebuah kasus di pengadilan tempat ayahnya bekerja. Dalam kasus tersebut, seorang istri berhasil mendapatkan uang ganti rugi yang besar karena pihak suaminya meminta uang dowry yang terlalu besar. 498A, begitu kasus tersebut disebut, merupakan sebuah peraturan yang melarang pihak laki-laki meminta uang dowry yang terlalu besar kepada pihak perempuan.

Lucknow menjadi kota pilihan Gullu dan ayahnya untuk menjalankan aksi penipuan mereka. Keduanya mengubah identitas mereka menjadi pasangan ayah dan anak super kaya dari Dubai. Melalui situs online perjodohan, Gullu dan ayahnya mengundang para pria kaya Lukcnow untuk diwawancarai menjadi calon suami Gullu. Wawancara ini akan nantinya direkam dan rekamannya akan menjadi bukti dari pelanggaran peraturan 498A.

Tariq “Taru” Haider, pemilik sebuah rumah makan kebab di Lucknow merupakan salah satu kandidat yang dipilih Gullu. Meski pertemuan pertama mereka meninggalkan kesan yang kurang baik, namun pada akhirnya Taru-lah yang terpilih untuk menjadi calon suami. Kesepakatan pun dibuat. Gullu dan ayahnya menghendaki pernikahan dilangsungkan dalam waktu 3 hari dan hanya dihadiri oleh mempelai dan orang tua kedua belah pihak. Adapun Tariq meminta diberi waktu tiga hari untuk bisa menghabiskan waktu bersama Gullu.

Gullu akhirnya setuju dengan syarat yang diberikan Taru. Selama beberapa hari ia menghabiskan waktu bersama calon suaminya itu. Dan alangkah terkejutnya Gullu ketika ia mengetahui Taru berbeda dari pria kebanyakan. Perlakuan manis Taru pada Gullu serta kenyataan bahwa pria itu tidak menginginkan uang dowry hampir meluluhkan hati Gullu. Namun rencana tetaplah harus dijalankan. Maka setelah pernikahan dilangsungkan, Gullu pun pergi meninggalkan Taru.

Tak lama sesudahnya, sebuah panggilan dari kepolisian datang pada Taru dan keluarganya. Ia dituduh telah melanggar hukum karena telah meminta uang dowry yang terlalu besar pada sang istri. Karena tak ingin terjerat hukum, keluarga Taru pun dengan terpaksa membayar uang yang diminta Gullu dan ayahnya. Merasa sakit hati atas perlakuan Gullu padanya, Taru pun terbang menuju Hyderabad untuk membalas dendam.

***

Bicara soal uang hantaran, rasanya bukan hal baru lagi. Di beberapa daerah di negara kita sendiri, beberapa keluarga masih menetapkan nilai uang hantaran yang besar entah untuk anak perempuan atau laki-lakinya. Dan tak sedikit juga mereka yang gagal menikah hanya karena uang hantaran yang kelewat mahal.

Di India sendiri sebenarnya sudah ada larangan mengenai besarnya nilai uang hantaran ini, yang diatur dalam pasal 498a.

Whoever, being the husband or the relative of the husband of a woman, subjects such woman to cruelty shall be punished with imprisonment for a term which may extend to three years and shall also be liable to fine. The offence is Cognizable, non-compoundable and non-bailable

Meski begitu, kerap terjadi kasus yang dilaporkan adalah palsu, dimana pihak wanita sebenarnya hanya menginginkan uang ganti rugi yang besar dari pihak laki-laki. Mungkin dari sinilah ide membuat film Daawat e Ishq muncul, selain tentunya membawa pesan sosial tentang pernikahan.

Untuk jalan cerita sendiri, entah mengapa saya merasa ada yang kurang dari plot ceritanya. Dari segi akting, Aditya Roy Kapoor cukup memikat dengan perannya sebagai bos kebab dari Lucknow.

Judul : Daawat-e-Ishq (Feast of Love)

Produser : Aditya Chopra

Sutradara : Habib Faisal

Naskah : Habib Faisal, Jyoti Kapoor

Pemeran : Parineeti Chopra, Aditya Roy Kapoor, Anupam Kher

Produksi : 2014

Durasi : 118 menit

Rating : 2,75/5

 

Previous Post
Next Post
Leave a comment

3 Comments

  1. penasaran sama endingnya. padahal Taru kan nggak minta dowry yg tinggi, kan?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

sriwidiastuti

Just another WordPress.com site

Anastasye Natanel

the random things in life

rosimeilani.com

Rosi Berbagi Informasi Seputar Inggris, Travel dan Tips Menulis

%d bloggers like this: